CAKRAWALA TV
Headline

Oknum Petugas SPBU Tanjung Selaki Yang Nakal Diduga Melakukan Pungli

www.Cakrawalatv.com

Lampung Selatan, – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.354.60 Tanjung Selaki Desa Tarahan Kecamatan Katibung, Kabupaten lampung Selatan Lampung, diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap Nelayan yang hendak melakukan pengisian bahan bakar mengunakan Jerigen.

Rendi Warga setempat mengatakan Mereka harus membayar sejumlah uang kepada petugas SPBU agar bisa mendapatkan BBM dalam jerigen, Pungutan tersebut dihitung perjerigen, sehingga jika seorang nelayan membeli bahan bakar minyak memakai jerigen, maka uang tambahan yang harus mereka keluarkan mencapai Rp 5000 hingga Rp 10.000 /jerigen

“saya sudah berbaik hati dengan memberikan uang Rp.3000 uang tambahan ucapan terima kasih saya, ini malahan saya di patokan harus membayar Rp 5000, jika menggunakan jerigen 35 literan di mintain Rp 10.000, saya kan menggunakan jerigen 10 liter kenapa di harus kan membayar Rp 5000 itu apa ada aturan dari Pertamina nya ” ujar rendi. Senin (06/07/20)

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, operator SPBU Tanjung Selaki Tarahan Ince mengakui adanya uang tambahan yang dikenakan yakni Rp 5.000 tersebut.

“Rendi itu tidak pantas lah memberikan Rp 3000 ya samakan aja lah sama yang lain biar yang lain tidak protes, ngerti aja lah nama nya juga sama-sama mencari rezeki ” elak nya

Hal senada di katakan operator lainya Resti “Udah lah jangan di besar-besar kan yang lain aja bisa terima di mintain uang cor segitu ” ujar resti

Di tempat yang berbeda, Meilia pengawas SPBU Tanjung Selaki menuturkan bahwa dia tidak mengetahui ada nya patokan uang tambahan untuk konsumen.

“saya tidak tahu bila ada nya uang cor itu, saya akan menegur operator dan bila terbukti benar operator melakukan nya, saya akan memberikan sanksi” tegasnya

Sementara Arifin tokoh masyarakat Desa setempat menyangkan adanya dugaan pungli SPBU Tanjung Selaki. “kenapa harus punggutan lebih itu uang tidak jelas untuk apa itu pungutan liar nama nya, bila yang membeli itu nelayan dan memiliki izin ya harus di isi itu untuk usaha, nelayan itu sudah bermodal awal dengan membeli bensin belum tentu di laut mendapat kan hasil, ini belum berangkat usaha udah di buat rugi oleh oknum begitu, ya bila tidak ada izin jangan di isi bukan nya di jadikan ajang pungli operator SPBU” ucapnya. (kurdiCtv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *