• Jum. Jan 30th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Proyek Rp 993 Juta Retak Parah, PUPR Lampung Selatan Diam – Kontraktor Diduga Akali Kerusakan Dengan Menimbun Bahu Jalan Pakai Tanah

ByDIYAN SAPUTRA

Des 6, 2025

Lampung Selatan, www.Cakrawalatv.com- Kondisi proyek peningkatan Jalan Asem Bagus, Desa Kali Asin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, kian memprihatinkan. Meski kerusakan serius sudah terjadi secara terbuka, hingga saat ini belum ada satu pun tindakan tegas dari Dinas PUPR Lampung Selatan.

Di lapangan, pelaksana proyek justru diduga melakukan pengelabuan dengan menimbun bahu jalan memakai tanah untuk menutupi kerusakan retak full-depth dan beton yang menggantung.

Proyek Rp 993 Juta, Baru Selesai Sudah Rusak Berat

Proyek dengan pagu Rp 993.247.686 yang dikerjakan oleh CV Dua Saudara Putri melalui kontrak 208/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2025, dengan tanggal pelaksanaan 29 September 2025, kini menjadi sorotan besar publik.

Kerusakan berupa:

Retak full-depth (retak dari permukaan hingga dasar beton)

Beton menggantung akibat bahu jalan terkikis

Struktur terlihat turun dan bergeser

Jenis kerusakan ini dalam standar Bina Marga bukan kategori ringan, melainkan kegagalan struktur yang wajib dibongkar total, bukan ditambal.

Kontraktor Diduga Akali Kerusakan dengan Timbunan Tanah

Tim investigasi di lokasi menemukan fakta baru:
bagian bahu jalan yang sebelumnya terkikis dan memperlihatkan beton menggantung sudah ditimbun dengan tanah.

Tujuannya jelas: agar retakan dan penurunan struktur tidak terlihat lagi.

Padahal, tindakan itu justru memperburuk kondisi struktural dan merupakan bentuk manipulasi visual untuk menghindari kewajiban pembongkaran.

Sekretaris BARAK, Hariansyah, menegaskan:

> “Itu cara mengakali pemeriksaan. Retakan full-depth tidak bisa hilang hanya karena ditimbun tanah. Itu wajib dibongkar, titik.”

PUPR Lampung Selatan Dinilai Lamban & Tidak Tegas

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Lampung Selatan belum mengambil langkah korektif:

Tidak ada perintah bongkar

Tidak ada teguran tertulis

Tidak ada rekomendasi evaluasi struktur

Tidak ada pernyataan resmi ke publik

Padahal kerusakan sudah masuk kategori kegagalan konstruksi yang menjadi tanggung jawab langsung instansi teknis.

BARAK mengingatkan keras:

> “Tidak boleh ada pembiaran. Ini uang rakyat. Kalau dibiarkan, berarti PUPR ikut melegitimasi cara-cara manipulatif kontraktor.”

Pelaksana Proyek Bungkam – “Ahli Konstruksi” Diduga Fiktif

Pelaksana proyek, Adi, sebelumnya mengklaim telah berkonsultasi dengan “ahli konstruksi”.
Namun saat dikonfirmasi lebih dalam, ia memilih bungkam dan tidak dapat menunjukkan:

Identitas ahli,

Sertifikat keahlian,

Metode perbaikan,

Analisis teknis apa pun.

BARAK menyebut narasi itu sebagai dalih tanpa dasar.

> “Ahli konstruksi fiktif. Hanya jadi tameng untuk menutupi kegagalan pekerjaan.”

Fakta Teknis: Kerusakan Bukan Karena “Bencana Alam”

Dalih pelaksana bahwa kerusakan terjadi akibat hujan deras dianggap tidak masuk akal.

Secara teknis, beton tidak akan retak tembus dan menggantung jika:

Pemadatan dasar benar,

Bahu jalan disiapkan sesuai spesifikasi,

Drainase berfungsi,

Slab beton terikat stabil.

Kerusakan terjadi karena mutu kerja buruk, bukan karena cuaca.

BARAK: Jika Tidak Dibongkar, Ini Kategori Kelalaian Berat

BARAK menegaskan akan membawa temuan ini hingga ke aparat penegak hukum bila tidak ada tindakan tegas.

> “Kontraktor sudah jelas mengakali, kerusakan sudah jelas terlihat, dan PUPR belum melakukan tindakan. Jika tidak ada pembongkaran, ini masuk kategori kelalaian berat dan terindikasi pelanggaran prosedur.”

Publik Menunggu PUPR Lampung Selatan Bersikap

Proyek bernilai hampir Rp 1 miliar ini seharusnya memberikan infrastruktur berkualitas, bukan memunculkan retakan besar dalam hitungan minggu.

Kini, masyarakat menunggu apakah PUPR Lampung Selatan akan:

Mengeluarkan perintah bongkar,

Menindak kontraktor,

Atau justru diam dan membiarkan manipulasi terus berjalan.

Kasus ini akan terus dipantau BARAK dan publik.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *