Presiden Ormas KKPMP Indonesia, Hisyam Saleh Balwe’el, menyampaikan kekhawatiran masyarakat Indonesia terhadap potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel. Ia menilai kawasan tersebut membutuhkan kepemimpinan kuat dari salah satu negara Timur Tengah untuk menjaga stabilitas, persatuan, serta menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan itu.
Menurut Hisyam Saleh Balwe’el, konflik yang terus terjadi di Timur Tengah berpotensi membawa dampak luas tidak hanya bagi kawasan tersebut, tetapi juga bagi dunia internasional. Oleh karena itu, ia berharap para pemimpin negara di kawasan Timur Tengah dapat bersatu dan mengedepankan kepentingan rakyat serta perdamaian bersama.
Ia menilai Timur Tengah memiliki potensi luar biasa karena kekayaan sumber daya alamnya, terutama minyak dan gas. Kekayaan tersebut, menurutnya, merupakan karunia Tuhan yang seharusnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan menjadi sumber konflik.
Hisyam juga mengingatkan agar negara-negara Timur Tengah tidak terpecah akibat kepentingan politik pihak luar. Ia mencontohkan beberapa negara yang pernah mengalami kehancuran akibat konflik berkepanjangan seperti Libya, Iraq, dan Syria. Perang di negara-negara tersebut, katanya, telah menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat dan kerugian yang sangat sulit dipulihkan.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia berharap muncul pemimpin dari kawasan Timur Tengah yang mampu mempersatukan negara-negara di kawasan tersebut. Salah satu harapan yang muncul dari sebagian masyarakat adalah agar Iran dapat memainkan peran penting dalam menciptakan persatuan dan stabilitas di Timur Tengah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Barat, Maulana Iqbal, juga menyampaikan pandangannya bahwa masyarakat Indonesia sangat berharap Timur Tengah segera mencapai kondisi yang stabil dan damai. Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana amanat konstitusi yang menentang penjajahan di dunia.
Menurutnya, konflik yang terus berlangsung hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat dan menghambat pembangunan di kawasan tersebut.
Di akhir pernyataannya, Hisyam Saleh Balwe’el bersama masyarakat Indonesia menyampaikan doa agar perdamaian segera terwujud di Timur Tengah dan konflik yang terjadi dapat diselesaikan melalui dialog serta kerja sama antarnegara di kawasan tersebut.
Terkait konflik di kawasan tersebut, ia juga menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan Palestina secara adil dan bermartabat agar tercipta stabilitas dan perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.
“Para pemimpin Timur Tengah harus bersatu demi masa depan kawasan dan kesejahteraan rakyatnya. Perdamaian adalah kunci menuju kejayaan negara-negara Islam dan stabilitas dunia,” ujar Hisyam Saleh Balwe’el. (Red_Yoso)
