• Kam. Jan 1st, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Dirpen SD ALKHAIRIYAH 1 Surabaya Kurang Akademis Terkait Ucapan Terhadap Murid Didik Dan Berujung Orang Tua Wali Murid Lapor Ke Dispendik

ByDIYAN SAPUTRA

Nov 5, 2025

Surabaya, Cakrawala Tv- Gejolak layanan pendidikan menjadi sorotan hingga menuai protes dari wali murid, terkaid surat edaran yang telah di keluarkan oleh lembaga pendidikan sekolah SD Al Khairiyah I Jl.Sultan Iskandar Muda 36 Surabaya pada 3 November 2025. Dalam surat tersebut berisikan dalam poinnya, sekolah swasta yang beroperasi secara swadaya melaluli pembayaran biaya sekolah (DU, SPP, DLL). Seluruh pembiayaan operasional sekolah termasuk gaji guru dan karyawan, perawatan sarana prasarana dan fasilitas kelas bersumber dari dana tersebut.

Di samping itu kepala Sekolah SD Al Khairiyah I juga menyebut dalam surat tersebut, apabila dalam satu kelas salah satu murid masih memiliki tunggakan dalam pembayaran biaya sekolah, maka peningkatan layanan fasilitas termasuk AC tidak dapat di realisasikan secara penuh.

Hal itu membuat belajar mengajar terganggu pada anak didik, merasa tidak nyaman dan panas. Sehingga anak didik menjadi korban atas regulasi yang sangat banyak merugikan, berdampak ke semua murid dalam mendapatkan fasilitas sarana prasarana. Terus bagaimana dengan orang tua murid yang tidak mampu di era pasang surut ekonomi yang telah dialami..? dan bagaimana dengan subsidi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang telah di kucurkan pemerintah..? Menjadi buah bibir di kalangan wali murid terkesan sekolah tidak pernah mendapatkan dana BOS.

Nizar selaku Direktur Pendidikan (Dirpen) SD Al Khairiyah I Surabaya, ketika awak media mendatangi sekolah untuk melakukan konfirmasi tersebut pada senin 3 November 2025, pihaknya tidak bisa di temui terkesan menghindar dari awak media.

Sungguh sangat disayangkan, perihal yang mengejutkan, murid pun juga mendapatkan tekanan psikologis dari seorang pendidik kepala sekolah dalam ucapannya, “Kalau Ingin dingin bayar SPP dulu,” ujar Arafat orang tua murid menirukan ucapan anaknya.

“Masih arafat, Selain kepala sekolah, Nizar Direkrur pendidikan juga menyampikan,”kalau tidak punya uang jangan sekolah di sini,” imbuhnya.

Respon keberatan juga di sampaikan orang tua murid lainnya bernama Ali, menyayangkan peristiwa itu. Mendengar hal serupa , Ia merasakan ada ketidak adilan pada regulasi yang di buat oleh sekolah. Seharusnya kami sebagai orang tua di libatkan untuk musyawarah terkaid administrasi kolektif partisipasi. Fakta, “Kami selama ini orang tua murid tidak pernah di libatkan, akan tetapi hanya menerima bentuk sosialisasi yang sudah di putuskan secara sepihak,” Ujarnya Ali yang juga pernah menjabat komite di sekolah tersebut pada masa jabatan 2024.

Geram melihat peristiwa tersebut dinilai tidak sesuai aturan permendikbud nomor 44 dan permendiknas, dan adanya indikasi adu domba terhadap orang tua murid. Ia melaporkan peristiwa ini ke Dinas Pendidikan kota surabaya. Ia juga mendesak Dinas Pendidikan Kota Surabaya, untuk melakukan audit internal kemana Dana BOS di peruntukan,’ tegasnya.

”kami juga sudah melaporkan dan bersurat resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya, terkait keberatan,” Imbuhnya.

Kepala bidang SD pendidikan Kota Surabaya Mohammad Sufyan, juga menyambut baik aduan keluhan tersebut. Mendengar hal tersebut akan memanggil kepala sekolah SD Al Khairiyah I Selasa (4/11/2025) Pukul 10:30 Wib, ” Kami akan panggil pihak sekolah dan menyelesaikannya,” ujar M.sufyan di temui di ruangan Kantornya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Puskominfo DPD Jatim Umar Al-Khattab, NH mengatakan, sangat disayangkan gunanya mendirikan Yayasan membantu dan mensukseskan program pemerintah ada beberapa murid kalau ini belum ada yang bayar, fasilitas tidak terpenuhi dan ucapan seorang Dirpen SD ALKHAIRIYAH saudara Nizar kurang Akademis terhadap murid.

“Berarti menghitung untung dan laba, jangan buka yayasan buka perusahaan saja”, Bersambung

(Tim-Asis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *