Bandar Lampung, www.Cakrawalatv.com- Duka mendalam menyelimuti keluarga Sepri Purnamadi, warga Jalan Pangeran Antasari, Gang Masjid, Kota Bandar Lampung. Namun di balik kepergian almarhum, tersisa luka yang lebih dalam: kejanggalan kematian Sepri Purnamadi yang hingga kini belum terjawab. Keluarga menilai, kematian korban tidak wajar dan menyimpan banyak tanda tanya yang menuntut kejelasan dari aparat penegak hukum.
Peristiwa meninggalnya Sepri Purnamadi terjadi pada Kamis dini hari, 22 Januari 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, di wilayah Tanjung Seneng, Kota Bandar Lampung. Hingga Sabtu (24/1/2026), keluarga masih menanti kepastian dan langkah konkret dari pihak berwenang.
Luka di Tubuh Korban Picu Dugaan Kejanggalan
Roni, paman korban, mengungkapkan bahwa kondisi tubuh Sepri saat ditemukan menimbulkan kecurigaan mendalam di kalangan keluarga. Menurutnya, terdapat luka-luka di beberapa bagian tubuh korban yang sulit diterima jika hanya disebabkan oleh kecelakaan biasa.
> “Dari kondisi tubuh korban, kami keluarga melihat ada kejanggalan. Luka-luka yang ada membuat kami bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada keponakan kami,” ujar Roni dengan nada lirih.
Bagi keluarga, luka-luka tersebut bukan sekadar detail kecil. Luka itu menjadi tanda tanya besar yang hingga kini belum mendapat penjelasan utuh dan masuk akal.
Kesaksian Teman Korban Masih Menyisakan Pertanyaan
Keterangan dari Desi Sela Santika, teman wanita korban yang saat kejadian berboncengan dengan Sepri, justru menambah kabut misteri dalam peristiwa ini. Desi mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian karena berada dalam kondisi tertidur saat dibonceng.
> “Waktu itu saya tertidur. Saat sadar, korban sudah dinaikkan ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu persis kejadian sebelumnya,” ungkap Desi.
Kesaksian tersebut dinilai keluarga belum cukup menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi kejadian.
Dugaan Kecelakaan dengan Truk Sampah Masih Gelap
Berdasarkan keterangan sementara dari warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban diduga mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah truk pengangkut sampah. Namun, hingga kini, kendaraan yang diduga terlibat belum diketahui keberadaannya.
Hilangnya truk pengangkut sampah tersebut justru memperkuat dugaan adanya kejanggalan kematian Sepri Purnamadi. Warga sekitar pun mengaku tidak melihat secara langsung kejadian tersebut karena peristiwa berlangsung pada dini hari, saat aktivitas lingkungan masih sepi.
Keluarga Desak Aparat Bertindak Profesional dan Transparan
Keluarga berharap aparat kepolisian dapat bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap fakta sebenarnya. Mereka mendesak agar seluruh bukti dikumpulkan, saksi-saksi diperiksa secara menyeluruh, serta keberadaan kendaraan yang diduga terlibat segera ditelusuri.
Bagi keluarga, kejelasan bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal keadilan dan ketenangan batin. Mereka tidak ingin kepergian Sepri Purnamadi berlalu begitu saja tanpa kepastian yang jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga masih menunggu langkah lanjutan dari aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta di balik kejanggalan kematian Sepri Purnamadi, agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
(Tim)
