• Sen. Feb 2nd, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Dua Santri Al-Amin Cinta Mulya Hilang, Lemahnya Pengawasan Pondok Pesantren Di Pertanyakan

ByDIYAN SAPUTRA

Feb 1, 2026

Lampung Selatan, www.Cakrawalatv.com- hari minggu tgl 1 Februari 2026. Dua santri Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya, Kecamatan Candipuro, kabur sejak Kamis (tanggal tidak disebutkan) pagi subuh dan baru dilaporkan hilang setelah lebih dari 24 jam, hingga tanggal ( 1) Januari 2026 sudah mencapai empat hari tiga malam tanpa jejak. Keluar Perkiraan dari pondok pesantren anak dua santri al – amin tgl 28 kamis bulan Januari 2026

 

 

“Kejadian ini mengungkapkan celah besar dalam pengelolaan dan pengawasan di lembaga yang seharusnya menjadi tempat pembinaan karakter serta perlindungan bagi santri.yang lebih ketat orang tua wali sudah menitipkan anak nya di pondok pesantren AL-AMIN di desa cinta mulya kecamatan Candipuro lampung selatan

 

 

Kedua Santri yang hingga kini belum di temukan tersebut adalah Fahmi (warga Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan) dan Bayu (warga Lampung Timur). Ciri-ciri Fahmi terakhir tercatat mengenakan sweater biru dan celana abu-abu dengan rambut botak.sampai saat ini belum mendapatkan impormasi ke beradaan anak didik pondok ter sebut

 

 

Kepala Desa Kedaung, Edy Kuswanto, yang mengonfirmasi kasus ini kepada awak media menyatakan bahwa peristiwa awal terjadi pada pagi subuh hari Kamis. Ujar nya kepala desa kedaung saat di konfirmasi wartawan

 

“Saya minta tolong kepada masyarakat Lampung Selatan jika kebetulan melihat dua anak tersebut, harap segera menghubungi Polsek terdekat,” tegasnya, sambil mengimbau warga di sekitar Kecamatan Candipuro dan Titiwangi untuk turut berperan dalam pencarian.

 

 

Sementara itu, orang tua Fahmi tengah dalam perjuangan mencari keberadaan anaknya.

 

 

“Saya masih di perjalanan ini pak, saya terus menyisir ke beberapa teman nya, namun anak saya belum juga saya temukan hingga saat ini.

 

Anak saya meninggalkan pondok pesantren terhitung sejak Kamis subuh,” ucapnya dengan nada sedih saat di hubungi oleh TIM,awak media Minggu sore.

 

 

Pihak pondok pesantren baru mengambil langkah resmi dengan membuat Laporan Polisi setelah lebih dari sehari santri hilang. Yang lebih mengkhawatirkan, kasus ini muncul karena kedua santri diduga bermain game di luar lingkungan pondok pesantren dan takut menghadapi teguran dari orang tua.

 

“Kejadian aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan pesantren serta kemampuan santri untuk melakukannya tanpa terkendali, adalah bukti nyata lemahnya sistem pengawasan yang diterapkan pihak pengelola.

 

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan pembinaan para santri, Pondok Pesantren Al-Amin Cinta Mulya harus memberikan klarifikasi terkait mekanisme pengawasan yang berjalan, serta mengambil tanggung jawab penuh atas kejadian ini hingga kedua santri ditemukan dalam keadaan selamat ujar orang tua wali santri semoga anak kedua santri tersebut dalam ke adaaan sehat sehat saja bisa kembali dalam aktipitas dalam tahap belajar mengambil ilmu agama sesuai panutannya

 

Sampai saat kami dari tim media belum bisa menghubungi pihak pengelola pondok pesantren ter sebut, (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *