Metro,www.Cakrawalatv.com- Langkah Tegas DPRD Dipuji, Diduga Langgar Aturan dan Berpotensi Seret Pemkot ke Meja Hukum
METRO, 01 APRIL 2026 – Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail Saleh, SH, memberikan apresiasi yang tak terbendung terhadap langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro yang mengajak Wali Kota untuk menghadiri rapat koordinasi dan evaluasi program pembangunan tahun 2026. Langkah tersebut bukan sekadar “topeng kemasan” formalitas, melainkan bukti keberanian menghadapi kegelisahan publik yang seperti “api yang menyala perlahan” terkait dugaan pinjaman dana sebesar Rp20 miliar ke Bank Lampung.
Kami apresiasi DPRD Kota Metro yang berani bertindak tegas! Ini bukan persoalan sepele seperti ‘kutu pada batu’, melainkan menyangkut uang rakyat yang harus dibuka secara terang benderang,” tegas Ismail pada Selasa (31/03/2026) siang.
Menurutnya, dugaan pinjaman yang dilakukan tanpa kesepakatan maupun persetujuan dari DPRD adalah “batu sandungan” yang sangat serius. Tindakan tersebut tidak hanya berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan, melainkan juga membuka celah bagi tindak pidana korupsi yang mengancam.
Kalau benar pinjaman itu berjalan tanpa persetujuan DPRD, ini bukan sekadar kesalahan administratif semata. Ia bisa masuk ke ranah hukum yang tajam seperti ‘bilah keris’. Potensi tindak pidana korupsi di dalamnya harus diusut tuntas,” ucapnya dengan nada tegas.
Ismail menegaskan bahwa setiap kebijakan keuangan daerah tidak boleh dibuat secara sepihak, apalagi jika menyangkut jumlah besar yang seperti “jembatan penghubung” bagi perkembangan daerah dan berdampak langsung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Janganlah bermain-main dengan APBD seperti ‘anak kecil bermain dengan api’. Semua proses harus melalui mekanisme yang sah dan jelas. Bila ada pelanggaran, konsekuensinya akan seperti ‘buah dari pohon sendiri’ yang harus dinikmati,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar rapat yang akan digelar benar-benar menjadi forum yang terbuka lebar, seperti “bukit yang bisa dilihat dari segala arah”, untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan pinjaman tersebut.
“Rakyat membutuhkan kejelasan yang tidak bisa ditutupi-tutupi seperti ‘mata yang tertutup kain’. DPRD harus tetap tegas dan tidak boleh mundur sedikitpun dari prinsip keadilan,” tegasnya.
Pendekar Banten Kota Metro, lanjut Ismail, siap berdiri tegak seperti “pagar yang melindungi kebun” untuk mengawal persoalan ini hingga tuntas, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan daerah yang menjadi hak rakyat.
“Kami berdampingan erat dengan rakyat. Jika ada penyimpangan yang seperti ‘cacing dalam buah’, ia harus segera dibongkar. Jangan sampai uang rakyat yang susah payah dikumpulkan disalahgunakan tanpa rasa tanggung jawab,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menanti dengan penuh harap penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Metro terkait dugaan pinjaman Rp20 miliar yang disebut-sebut dilakukan tanpa persetujuan dari DPRD.
(Tim)
