Jakarta.www.Cakrawalatv.com- 31 Oktober 2026. Bertempat di sekretariat Asosiasi Teater Rawasari – Cempaka Putih – Jakarta Pusat. Tim Dapunta yang berisikan, Exan Zen dan kawan-kawan menggelar pertunjukan yang cukup memukau penonton yang hadir dijalan Rawamangun No: 42a, itu.
Walau tampak terpisah, bagian ini tetap terhubung dengan tema atau narasi yang luas, serta menyimpan isi dan pesan yang kuat dari puisi. Naskah Fragmen Puisi dalam hal ini berupa alih wahana dari puisi ke dalam konsep naskah seni pertunjukan berbentuk fragmen. Fragmen Puisi adalah drama pendek berisi petikan dari beberapa bagian merupakan sebuah karya cipta yang “Lalu” karya Radhar Panca Dahana yaitu, Aku”. Pilihan puisi yang dinukil dalam naskah fragmen ini lebih dominan pada puisi lirik romantik yang bernafas spiritual, reflektif, serta sarat dengan kritik sosial yang kontemplatif dari Radhar Panca Dahana.
Naskah Fragmen Puisi “Perjalanan” berisi cuplikan Fragmen Puisi Perjalanan menggambarkan perjalanan hidup sebagai suatu “Lalu Waktu, Lalu Batu, Lalu Kau dan Lalu Aku”. Cuplikan puisi dari tetralogi adalah konsep yang tak terelakkan, penuh dengan pertarungan dan refleksi akan makna keberadaan manusia dalam aliran waktu. Dan, adalah sebuah refleksi mendalam tentang dalam menghadapi waktu dan takdir. Fragmen Puisi Perjalanan mengajak untuk mempertimbangkan arti keberadaan kita di dunia ini, serta menginspirasi untuk terus berjuang dan meraih kemurnian dalam setiap tahap perjalanan hidup, hingga akhir hayat. Enam Fragmen inti dari kedua fragmen ini adalah sama. Naskah fragmen ini terdiri dari 2 versi. Versi pertama 13 Fragmen dan versi makna kehidupan dan perjuangan manusia. Fragmen Puisi Perjalanan memanglah Perjalanan Hidup Melawan Waktu menggambarkan kehidupan manusia. Seperti halnya sebuah perjalanan, kehidupan Radhar menggunakan konsep perjalanan sebagai metafora untuk manusia dipandang sebagai suatu rangkaian pengalaman yang tak terhindarkan, dari kelahiran hingga kematian. Setiap tahapan dalam perjalanan ini membawa berbagai tantangan, pertarungan, dan keputusan yang harus dihadapi manusia. Waktu terus berjalan, tidak pernah berhenti, menjadi saksi dari segala perubahan dan kejadian dalam kehidupan manusia. Radhar menunjukkan bahwa perjalanan hidup penuh pertarungan dengan takdir dan ketidakpastian. Meskipun manusia tidak bisa menghentikan waktu atau menghindari nasibnya, namun ia tetap
memiliki kekuatan untuk berjuang dan merapikan jalannya. Konsep ini
menggambarkan semangat manusia untuk melawan keadaan dan mengambil kendali atas nasibnya.
Fragmen Puisi Perjalanan ini menyoroti makna waktu dalam kehidupan dan kemurnian dalam menghadapi perjalanan hidup. Penyair membangun kehidupan baru yang tidak lagi terbelenggu oleh sejarah yang penuh dengan campur tangan kekuatan yang merusak. Ini adalah panggilan untuk Fragmen Puisi Perjalanan juga menegaskan pentingnya kemandirian dan menciptakan masa depan yang lebih baik, tanpa terbebani oleh beban masa lalu. Pun akhirnya, masa depan itu pada akhirnya adalah kematian.
TIM PRODUKSI DAPUNTA :
Produser : Ritus Jiva Smaradanta
Performer : Lucky Moniaga, Maya, Safir Arkamaya Smarakhan
Ritus Jiva Smaradanta
Sutradara : Exan Zen
Videografer : Joel Thaher.
Stage Manager : Ayak M.H.
Pemusik : Fransiscus Hence Raranta, Raditya Lakadewa Mihalele
Desain Grafis/publikasi : Moelanka
Ez-ij/red
