Ketua STAI Yasba Kalianda Apresiasi atas Support Pemdes Ruguk terhadap Program KKN Siswanya | CAKRAWALA TV
20 Juni 2024

 

www.Cakrawalatv.com

Lampung Selatan – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Yayasan Pembangunan (STAI Yasba) Kalianda, Dr. Arpandi, B.E.d.,MA mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Ruguk atas support terhadap mahasiswa dan mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2021/2022 dari Universitas STAI Yasba Kalianda yang menggelar program peduli stunting dengan tema “Peduli Stunting, Peduli Masa Depan Bangsa”. Dengan membantu sarana dan prasarana pendukung sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Minggu (13/03/2022).

“Ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Desa Ruguk, Jaro Saiful, SE beserta jajaran dan Camat Ketapang atas support dan menyambut anak-anak STAI Yasba Kalianda untuk melaksanakan KKN dengan kolaborasi serta inisiasi mahasiswa yang didukung oleh seluruh aparatur Desa Ruguk untuk mengadakan program acara ini,” kata Dr. Apandi.

Ia menambahkan, Karena bagi mahasiswa dan mahasiswi KKN STAI Yasba Kalianda, ini merupakan ajang menimba ilmu pengetahuan yang kelak mereka selesai Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) mereka sudah terbiasa bertanggungjawab memegang amanah dari desanya, dari masyarakat bahkan mungkin kelak bangsanya. Insya Allah,” tambah Dr. Apandi.

Lanjut, Dr. Arpandi menyampaikan, adapun tujuan kegiatan ini adalah memastikan tidak ada masyarakat atau bangsa ini terkena dampak stunting. Karena dengan adanya stunting, tentu akan menjadikan warga kita mengalami hal-hal yang merugikan kemajuan suatu bangsa. Yang mana stunting ini merupakan ancaman bagi SDM negeri kita, juga lemahnya daya saing bangsa untuk kedepan.

“Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lamsel, atas kehadirannya di Desa Ruguk ini. Tentu merupakan dukungan bagi kami dari Universitas STAI Yasba Kalianda. Kami juga siap ikut berperan aktif untuk siap mensosialisasikan program peduli stunting di wilayah lamsel. Guna kedepan Kabupaten Lampung Selatan bebas stunting,” imbuhnya.

Diakhir sambutan Dr. Apandi berpantun ria :

Berwisata di Pulau Sebesi.

Pemandangannya indah lagi trend.

Terima kasih kepada ibu Winarni.

Karena sudah memenuhi janji mahasiswa KKN.

Beli semangka di Palas Belanga.

Bawa pulang di makan bersama.

Wahai mahasiswa, kami datang dari STAI Yasba Kalianda.

Untuk melihat kinerja anda dan kegiatan anda di desa.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pelaksana mahasiswa dan siswi KKN, Amar Agung Adha bersama 11 rekannya, Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lamsel, Hj. Winarni, Ketua Dharma Wanita Lamsel, Yani Thamrin, Kadis Kesehatan, Joniansyah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Rika Wati, S. STP.,M.M, Ketua STAI Yasba Kalianda, Dr. Arpandi, B.E.d.,MA beserta jajaran, Camat Ketapang, Madro’i, SE, KUPT Puskesmas Ketapang, Samsurizal, PLKB Kec. Ketapang, Ketua TP PKK Kecamatan Ketapang, Esi Awariah, Kepala Desa (Jaro) Ruguk, Saiful, SE, Ketua TP PKK Desa Ruguk, Bunda Mardiana, perangkat Desa Ruguk, para Srikandi KJS Desa Ruguk, Kepala Madrasah Tsanawiyah Alfurqon, Mariyan dan Kepala MTS Darul Kamal, Ali beserta siswa-siswinya dan para ibu-ibu hamil.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjut Mars Lampung Selatan dan Mars Keluarga Berencana. Serta yel-yel BKKBN dan Salam Genre

Ketua Pelaksana KKN, Amar Agung Adha menyampaikan, sasaran kegiatan ini adalah perwakilan para remaja yakni siswa dan siswi dari dua sekolah Madrasah Tsanawiyah Alfurqon dan Madrasah Tsanawiyah Darul Kamal dan ibu-ibu hamil. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemdes Ruguk atas mensupport pelaksanaan kegiatan ini. Semoga menjadi amal jariyah buat kita semua,” lapor Amar dengan memakai Jas Almamater KKN STAI Yasba kombinasi berwarna cream abu-abu.

Sementara Kepala Desa (Jaro) Ruguk, Saiful, S.E, dalam sambutannya mengungkapkan sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN STAI Yasba yang telah menggelar program sosialisasi peduli stunting kepada warga Desa Ruguk yang bekerjasama dengan Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini sangat bermamfaat karena gambaran Desa Ruguk sangat luas dengan jumlah 13 dusun, 30 RT dan 6274 jiwa.

“Terima kasih kepada anak-anak KKN STAI Yasba Kalianda yang telah menggelar program sosialisasi peduli stunting, Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lamsel, Hj. Winarni bisa hadir disini. Tentu pentingnya swasembada gizi ini untuk masa depan kami (generasi penerus) Desa Ruguk. sehingga calon pemimpin masa depan yang unggul, cerdas dan berdaya saing,” kata Jaro Saiful.

Menurut Jaro Saiful, bagaimana kedepannya desa yang sangat kita cintai, kedepannya bisa berkembang. Kalau Sumber Daya Manusia (SDM) nya terkena kasus stunting. Dan alhamdulillah dengan program ini, mudah-mudahan tepat sasaran untuk masyarakat Desa Ruguk. Sehingga anak-anak generasi penerus (calon pemimpin masa depan) tidak mengalami stunting, karena telah mendapat pembekalan dari penyampai materi.

“Kita undang juga ibu-ibu Srikandi Desa Ruguk, agar bisa menularkan program ini ke setiap wilayah dusunnya masing-masing. Itulah fungsinya kader dan Srikandi hadir juga kesini bu ! Dan kami ucapkan selamat datang kepada Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lamsel Hj. Winarni, juga kepada Ketua STAI Yasba Kalianda, Dr. Arpandi, B.E.d.,MA beserta dosen STAI Yasba di Desa Ruguk. Kami sangat mencintai dan menghormati Ibu Hj. Winarni atas dedikasinya untuk Desa Ruguk. Dengan bukti ibu-ibu Srikandi memakai serba merah,” ucap Jaro Saiful sambil tertawa kecil serta senyum bahagia dan disambut tepuk tangan oleh semua hadirin.

Dalam kesempatan tersebut Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Winarni selaku pemapar materi menyampaikan dengan mengawali sebuah pantun :

Beras merah dibeli

Untuk sarapan bapak bupati

Jika semua ingin berseri

Makanlah yang mengandung zat besi

Selaku Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan dan Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Winarni selaku pemapar materi sangat mendukung dan juga mengapresiasi penuh kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi KKN STAI Yasba Kalianda pada hari ini. Bahwa stunting adalah isu strategi nasional yang harus dituntaskan. Kenapa harus dituntaskan, karena menyambung masa depan bangsa. Ketika stunting tidak ada upaya untuk dituntaskan, dihilangkan, dicegah untuk tidak ada di Kabupaten Lamsel.

Menurut Winarni, jika tidak ada upaya serius maka akan menjadi ancaman bagi bagi masa depan bangsa akan suram. Untuk itu kerjasama lintas sektoral termasuk Srikandi agar menyimak materi yang kita paparkan, agar bisa berperan aktif membantu Pemdes Ruguk, kecamatan, kabupaten dalam mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan stunting di masyarakat lingkungan masing-masing.

“Dengan memahami arti stunting yaitu kekurangan gizi yang sangat kronis, sehingga mengakibatkan gagal tumbuh, yaitu pertumbuhan otak, perkembangan fisik, baik berat badan maupun tinggi badan. Memahami cara penanggulangannya, sehingga diharapkan Kabupaten Lamsel pada tahun 2024 bebas stunting dengan program gerakan swasembada gizi dan penuntasan stunting” papar Winarni.

Lanjut, Duta Swasembada Gizi Kabupaten Lampung Selatan Hj. Winarni Nanang Ermanto mengatakan pada tahun 2019 bersama OPD terkait meluncurkan Program Swasembada Gizi yang bertujuan untuk menuntaskan kasus Stunting yang ada di Lampung Selatan.

“Pada tahun 2019 tercatat ada 29 persen kasus Stunting yang ada di Lampung Selatan dengan adanya program Swasembada Gizi ini Alhamdulillah pada Agustus 2021 bisa menurun menjadi 2.63 persen,” kata Winarni

Pada kesempatan itu, Winarni juga memaparkan program 5 layanan ada di Program Swasembada Gizi yaitu, Layanan KIA, Layanan Konseling Gizi, Sanitasi dan Air Bersih, Layanan PAUD dan Layanan Sosial Dimana pada Layanan PAUD didalamnya terdapat memperhatikan 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Lima layanan yang telah disebutkannya tadi merupakan Program yang harus di berikan secara spesifik oleh masing masing OPD terkait kepada Masyarakat.

“Di program kami ini ada yang namanya 1000 Hari Pertama Kehidupan, tetapi secara tidak langsung apa yang kami lakukan ini juga mencakup dalam memperhatikan 8000 Hari Pertama Kehidupan,” ungkap Winarni.

Winarni juga mengatakan dalam mensosialisasikan Program Swasembada Gizi ini Para OPD dan Lintas Sektor langsung memberikan Sosialisasi kepada masyarakat agar dapat dipahami oleh masyarakat apa saja hal – hal yang perlu dilakukan dalam mengatasi Stunting.

Terakhir Winarni menyampaikan dalam menuntaskan Stunting dengan program Swasembada Gizi ini butuh kerjasama dan gotong royong dari semua Lintas Sektor mulai tingkat Kabupaten hingga ke tingkat Desa. (Alfian/kurdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *