Ike Edwin: Jadikan Momen Hari Ulang Tahun Kelahiran Sebagai Introspeksi dan Motivasi Diri | CAKRAWALA TV
22 Juli 2024

 

Barakallohu Fii Umrik : Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M. yang ke-62 tahun.

www.Cakrawalatv.vom
BANDARLAMPUNG | Hari ulang tahun pasti jadi momen istimewa bagi sebagian besar orang. Banyak cara merayakan ulang tahun, misalnya dengan makan-makan bersama orang terdekat atau melakukan kegiatan sosial yang positif dan bermanfaat, dan dilakukan untuk merayakan peringatan hari kelahiran tersebut.

Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang yang menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, memperingati ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta ulang tahun atau melakukan kegiatan sosial dan positif dengan keluarga atau teman.

Merayakan ulang tahun bagi sebagian masyarakat merupakan hal yang umum. Ada yang merayakannya setiap tahun, ada juga yang hanya memperingatinya pada momen tertentu. Sebenarnya frekuensi perayaannya tidak penting, asal memang peringatan tersebut meninggalkan kesan yang mendalam, serta bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain.

Tidak banyak orang dewasa yang secara rutin merayakan ulang tahunnya sendiri maupun ulang tahun orang terdekatnya. Paling banter hanya merayakan ulang tahun anak. Itu pun akan segera berakhir setelah anak dirasa cukup besar.

Faktor kesibukan terkadang membuat sulit mengingat apalagi menyiapkan sebuah kegiatan untuk memperingati hari ulang tahun. Hal ini merupakan alasan untuk tidak lagi merayakan ulang tahun sendiri dan orang terdekat.

Dengan ikut merayakan sebuah pesta ulang tahun, berarti kita masih memperhatikan mereka. Jika kita tidak pernah ikut merayakannya atau mengucapkan selamat ulang tahun untuknya, apa bedanya kita dengan orang-orang yang gak mengenalnya? Seperti tak ada kedekatan emosional sedikit pun.

Dengan menghadiri sebuah perayaan atau kegiatan ulang tahun, hal itu merupakan wujud cinta pada keluarga atau sahabat. Kesibukan kadang-kadang menghalangi silaturahmi. Dengan adanya undangan merayakan ulang tahun saudara dan kawan-kawan kita berkumpul sehingga tali silaturahmi pun kembali terjalin. Percayalah bertemu secara nyata jauh lebih hangat daripada sekedar bertegur sapa secara maya.

Perayaan ulang tahun tidak harus dilangsungkan secara mewah. Momen ulang tahun bisa dilangsungkan secara sederhana dengan mengundang kerabat atau mengajak anak yatim dan mereka yang tinggal di panti sosial, untuk berdoa bersama untuk keberkahan umur yang telah dijalani maupun sisa umur yang kita punya.

Yang lebih bermakna dari perayaan ulang tahun adalah kenangan dan kesan akan momen tersebut. Sebuah momen yang selalu diingat, terlebih jika perayaan itu diabadikan dengan foto dan video. Momen kebersamaan bersama orang-orang yang dekat dan mengenal kita.

Semua orang suka berkumpul dengan orang-orang yang berharga bagi mereka. Ketika kita merayakan ulang tahun bersama dengan orang yang kita sayangi, kemudian tertawa bersama, maka hal itu akan membuat kita dan juga orang lain ikut bahagia.

Dengan merayakan ulang tahun, keluarga, saudara, teman yang jauh dapat bertemu ketika perayaan. Kita dapat berkumpul bersama orang-orang tersayang dalam jamuan makan atau kegiatan yang positif di hari yang spesial.

Perayaan ulang tahun dapat memotivasi kita untuk hidup jauh lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Hal tersebut dapat menginspirasi kita untuk fokus pada apa yang penting bagi hidup kita di masa mendatang.

Seperti dalam momen ulang tahun kelahiran Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., atau yang akrab disapa Dang Ike pada momen Ulang Tahun Kelahirannya yang ke 62 Tahun yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 10 Desember 2022.

Menurut mantan Kapolda Lampung tahun 2016 tersebut, yang juga merupakan salah satu tokoh adat Lampung, momen ulang tahun kelahirannya tersebut adalah untuk instrospeksi dan motivasi diri kedepannya.

“Umur saya sudah 62 Tahun, dan dalam 62 Tahun tersebut sudah banyak yang saya lalui, yang saya lakukan, yang saya alami dalam menjalani kehidupan hingga saat ini, dan di hari ulang tahun saya yang ke 62 ini saya jadikan momen untuk instrospeksi diri dari apa yang telah saya lakukan, yang telah saya lalui dan telah saya alami selama ini,” ujar Dang Ike.

Disamping itu menurut Dang Ike momen ini juga untuk motivasi kedepannya agar dalam menjalani kehidupan disisa umur yang ada, bisa lebih baik, lebih berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun orang lain, dan fokus pada hal-hal yang penting dan positif kedepannya.

“Dimomen ini juga, saya jadikan motivasi kedepannya agar dalam menjalani kehidupan disisa umur yang ada dapat lebih baik, lebih bermanfaat bagi diri saya sendiri, keluarga maupun orang lain, dan fokus pada apa yang penting dan positif bagi hidup kita dimasa mendatang,” ungkap Dang Ike.

Disamping itu Dang Ike juga tak lupa meminta Doa dari keluarga, kerabat, sehabat, baik yang hadir maupun yang tidak sempat hadir, agar umur yang telah dijalaninya maupun yang akan datang selalu dalam keberkahan dan kemanfaatan.

“Saya juga mohon Doa dari semuanya, keluarga, kerabat, sehabat , agar umur yang telah saya lalui selama 62 Tahun, dan sisa umur kedepannya selalu dalam keberkahan dan kemanfaatan,” ucap Dang Ike.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan kedepannya, Dang Ike mengatakan akan berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Dalam hidup ini, bukan seberapa banyak umur yang kita punya, tapi seberapa banyak manfaat dari umur tersebut, jadi kedepannya saya akan berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak,” imbuh Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, selama 40 tahun dirinya mengabdi pada negara dan masyarakat dengan menjadi anggota Korps Bhayangkara, namun walaupun saat ini sudah Purna tugas, pengabdian tersebut belumlah berhenti.

“Walaupun saya sudah Purna tugas dari Kepolisian, namun pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara belumlah selesai, tugas dalam korps Bhayangkara boleh selesai tapi pengabdian kepada masyarakat bangsa dan Agama tidak boleh selesai hingga ajal menjemput kita.” Pungkas Dang Ike. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *