Pembangunan Rabat Beton Didusun Tiga Papangan Diduga Jadi Ajang Bisnis Mantan Pj Pekon Negeri Agung | CAKRAWALA TV
21 Juli 2024

www.Cakrawalatv.com

TANGGAMUS,–Pembangunan Rabat Beton Didusun tiga papangan  Pedukuhan Negeri Agung Pekon Negeri Agung Kecamatan Bandar Negeri Semuong(BNS)Terbengkalai oleh mantan pejabat sementara/Pj.pekon negeri agung Erni di Tahun Angaran 2022 Dengan ukuran( P. 580.m.Lebar 0,6 cm.T.0,02 c.m) Menelan Angaran 218 juta mengunakan Dana Desa belum mencapai 50%sampai Tahun2023(terbengkalai) Dan tidak memasang papan impormasi, Senin:02:01:2023

“Saat dikonfirmasi awak media Agus Setiawan,Selaku seketaris Pekon Negeri Agung membeberkan “benar bang Rabat beton di dusun tiga pampangan ukuran Panjang 580,M..Lebar.06c.m Tebal 0,02c.m belum mencapai 50%padahal Angaran nya Sudah 80% secara admitrasi sudah trealisasi Sama Mantan Pj. pekon negeri agung,Erni” Untuk pengelolaan Pembangunan nya kami tidak pernah dilibat kan mantan P.j.erni.

Realisasi angaran nya dua tahap.Untuk Pencairan Tahap 1,Realisasi 40%di tahap.2 realisasi 40% jumlah yang Realisasi 80%masih sisa yang belum cair tinggal 20% nominal dana nya 19juta lg tapi tidak bisa di ambil kalau pekerjaan belum sampai 80%tutur Agus selaku seketaris Pekon negeri agung.

“Ditempat terpisah awak media kompirmasi kepala Tukang pembangunan Rabat Beton,SaukAni Menjelaskan”,Awalnya memang Saya didatangi Pj.negeri agung ERNI dia nyuruh Saya kerja membangun Rabat beton di dusun pampangan ukuran dengan panjang 500 meter  saya belum cek lokasi saya berunding sama mantan Pj.ERNI     borongan 500m,panjang nya saya minta 100juta baru di kasih oleh PJ.60juta

”Borongan 100juta semuanya matrial sama upah tukang.Setelah saya mulai kerja Saya ngak Sanggup karena akses untuk mengangkut matrial nya terlalu jawuh saya upah untuk angkut semen nya aja per sak 25ribu sampai lokasi belum ongkos ngunjal pasir sama split,ongkos nya karungan karena akses jalanya sangat parah.  saya hitung hitung untuk biaya itu aja udah lebih dari separo dana nya matrial belum ongkos tukang nya,Saya lasung nemui ERNi selaku PJ.kalau cuman mau borongan 100juta saya tidak sanggup tapi kalau di tambah 30 juta lagi sampai Beres saya usahakan tapi cuman Panjang 500m jawab ERNI.

Lanjutnya,-Ya udah dikarjakan aja dulu jadi tidak ada perundingan yang jelas,Sekarang kan sudah sekitar kurang lebih 250m.yang sudah saya kerjakan Bukan saya tidak bertanggung jawab untuk pembangunan Rabat beton tersebut kalau hitung hitung dana yang udah saya terima yang 60juta itu udah beres semua Sekarang kalau mau lanjut kerja saya sama kawan kawan Siap kerja dengan catatan ada Dana nya dan dana itu harus saya yang pegang karena saya sudah pernah kecewa di pekon negeri agung dulu di tahun 2019 dijaman mantan japroni disuruh kerja giliran sudah beres gaji kami tidak di bayar olehJaproni mantan kepala pekon dulu saat saya tanya dibuat kakon sama aparat nya bola saya,jadi sampai sekarang upah kami 19juta lagi tidak dibayar paksa saya cari utangan untuk ngasih kawan kawan yang kerja,saya tidak mau kalau terulang lagi kayak dulu makanya saya kemaren nemui mantan Pj.negeri agung kalau mau diterusin kerjaan Rabat beton itu kami siap asal Dana nya ada sama saya yang pegang kalau bukan saya yang pegang kami tidak mau kerja.Saat di singung ukuran 580 m panjang rabat beton saya tidak tahu karena dari awal perundingan cuman 500 m.panjang nya,” tutur Saukani.

Untuk realisasi kegiatan lain yang bersumber dari dana desa dan pengelolaan keuangan akan di lanjutkan pada sagmen berikutnya. (Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *