CAKRAWALA TV
24 Juli 2024

Tanggamus — CAKRAWALATV.COM

Petani wilayah Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS) Kabupaten Tanggamus khusunya pekon Tulung sari termasuk yang tergabung dalam Kelompok tani (POKTAN) mengelu untuk mendapat pupuk bersubsidi tahun 2023 , meskipun Poktan sudah mengajukan RDKK kelompok tani Tersebut masih saja belum tersalurkan dari kios pengecer.Padahal pupuk subsidi sudah tiga kali tersalurkan oleh pemerintah di bulan Januari

 

Sementara itu, menanggapi susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi yang di keluhkan petani tulung sari, (Subur) salah satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus menuturkan kepada awak media saat di konfirmasi di rumah kediamannya, Jum’at (27/01/2023).

 

“untuk kios pengecer di BNS ada 1 (satu) kios pengecer di tahun 2023 ini miliknya pak Khuzaini, sedangkan tahun 2022 kemarin ada dua pengecer kios pengecer miliknya Suhaipi sama kiosnya Khuzaini, karena Suhaipi sudah mengundurkan diri tahun ini,”Tutur Subur.

 

Untuk penebusan pupuk petani harus menggunakan KTP, karena pupuk yang di tebus sesuai dengan kuota pupuk yang di usulkan berdasarkan RDKK dan menyungguhkan bahwa yang menebus pupuk tersebut benar anggota kelompok tani tersebut dan warga pekon di situ, papar Subur kepada Pewarta.

“dengan system sekarang dalam penebusan pupuk itu sesuai dengan kuota yang di ajukan misalnya kebutuhannya satu kwintal itulah yang di tebusnya tidak boleh lebih dan harus menggunakan KTP untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar anggota kelompok tani sama warga yang terdaptar di kelompok tani tersebut,”Papar Subur.

 

Terkait dengan keluhan Kelompok tani tulung sari bapak Subur tidak dapat memberikan penjelasan yang banyak karena itu wilayah binaanya bapak Muhajir, kilah pak Subur kepada awak media.

 

“untuk pekon tulung sari itu wilayah binaanya pak Muhajir silahkan temuin saja beliau karena yang lebih paham dia, nanti saya kesalahan juga,”kilah Subur.

 

Di hari yang sama awak media menyambangi kediaman pak Muhajir namun yang bersangkutan tidak berada di tempat, saat di hubungi via watshap di hari yang berbeda pak Muhajir menerangkan untuk wilayah binaanya tiga pekon- pekon Tulung sari, Atar Lebar dan Sanggi. Untuk jumlah kelompok tani tidak ingat alias lupa.

 

“wilayah binaan ada tiga pekon untuk jumlah kelompoknya ngak ingat,”tulis Muhajir.

 

Masih Muhajir melanjutkan “tahun 2023 yang mengajukan kebutuhan pupuk ya kelompok tani itu sendiri melalui aplikasi KPB,”lanjut Muhajir.

 

Tidak banyak keterangan yang di peroleh karena saat awak media mengkonfirmasi dalam komunikasi watshap Muhajir meminta maaf dan belum bisa menjawab langsung karena akan berkendara menggunakan motor dan menutup tulisan dengan menyertakan stiker minta maaf.

“maaf.. saya mau naik motor jadi belum bisa jawab langsung,”tutup Muhajir.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *