Kepala Pekon Sukabanjar “Diduga Mark,Up Anggaran DD Tahun 2021 Untuk Pembuatan Sanitasi (MCK)  

 

👉www.Cakrawalatv.com
TANGGAMUS,- Diduga “Salman kepala pekon Suka Banjar kecamatan Cukuh balak .kabupaten Tangamus mark up pelaporan dana desa yang sangat pantastis dengan modus pembuatan jambanisasi (MCK) yang di berikan lansung ke masyarakat pasal nya saat di singgung angaran. Kakon tersebut Amnesia (lupa ingatan). Sabtu(24/6/23).

Terdapat dari beberapa poin.- aitem pelaporan dana Desa dari tahun angaran 2021 pembuatan MCK 4 unit senilai 30.714.000 juta ditahun 2022 sejumlah 2 unit.senilai 17.232.000..untuk 2023 di tahap satu kembali di angarkan sejumlah 2 unit senilai. 17.232.000
Sabtu:24:06:2023

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh awak media dari beberapa sumber dana tersebut diduga jadi ajang korupsi salman selaku kepala pekon suka banjar

Saat”di konfirmasi , salah satu masyarakat namanya yang tidak mau di publikasi kan”.menjelaskan untuk bantuan jambanisasi (MCK)yang saya ketahui cuman di kasih dari pekon matrial nya saja seperti closed dan
masalah anggaran nya, tidak sesuai pak kalau satu unit bisa mencapai 7.675.000 Tuturnya

“Ditempat terpisa salman selaku kepala pekon suka Banjar saat di konfirmasi di kediaman nya”benar untuk tahun 2021.kami buat jambanisasi (MCK) 4 unit. 2022.buat.2 unit. Untuk tahun 2023.jumlah 2 unit untuk nilai angaran nya per unit. Kalau gak salah 6.000.000 juta. Karena saya udah lupa.kami serah kan ke masyarakat. Sudah siap tinggal make. Dari pekon yang membuat nya lansung. Bahkan satu unit MCK bisa menghabiskan matrial seperti batu bata sejumlah 1500.biji.tuturnya “salman

penjabat publik seperti kepala pekon yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas seakan kehilangan makna karena ulah oknum kepala Pekon yang melancarkan aksinya dengan begitu terorganisasi sistematis.

Untuk pengelolaan Dana desa yang terjadi di Pekon suka Banjar .pantauan dari beberapa sumber yang di himpun oleh media ini. Berbanding kebalik seharus nya pengelolaan anggaran transparan terkait pengelolaan dana tersebut jadi ajang korupsi kepala pekon. Untuk memperkaya diri sendiri. (Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *