Kasus Korupsi DAK Tahun 2021 Yang Melibatkan Oknum DPRD Dari Fraksi PDI.P. Tinggal Nunggu Hasil Dari Tim Penyidik (KEJARI) Tanggamus

👉 www.Cakrawalatv.com

TANGGAMUS,- Perkembangan kasus dugaan korupsi program bantuan budidaya lebah Empat kelompok tani di Pekon Penantian Kecamata Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Lampung belum ada penetapan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus.
Adi Putra April, S.H. selaku ketua Yayasan Penelitian Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YPPKM) sempat bertemu dengan Bapak Apriyono Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanggamus beberapa waktu yang lalu, apriyono pada kesempatan tersebut menjelaskan kasus batuan petani lebah sedang di proses. Sekarang sedang di ekpose di kejaksaan tinggi lampung untuk pendalaman, dan ditingkatkan ke tahap selanjutnya. Memang belum ditetapkan tersangka dari kasus dana bantuan petani lebah, semua masih berstatus sebagai saksi.

Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi program bantuan budidaya lebah senilai Rp800 juta bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021 yang menyeret nama oknum anggota DPRD Tanggamus itu masih dalam tahap penyidikan umum.

Danu Poyo, mewakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Tanggamus Apriyono menjelaskan, terkait saksi-saksi semuanya telah dilakukan pemanggilan oleh tim penyidik termasuk oknum anggota DPRD Tanggamus Basuki Wibowo selaku Ketua Kelompok Tani Hutan dan Kodri selaku Ketua KPH Batu Tegi serta pihak Dinas Kehutanan Provinsi.

“Semua sudah memenuhi panggilan pada proses penyelidikan dan penyidikan umum, tinggal menunggu hasil dari tim penyidik. Jika ditemukan minimal dua alat bukti akan dilakukan penetapan tersangka” kata Danu saat dikonfirmasi wartawan, pada Selasa 11 Juli 2023.

Danu menambahkan, tidak ada kendala dalam proses penyelidikan dan penyidikan umum, agar masyarakat mohon bersabar karena dalam tahap penyidikan umum ini akan menentukan siapa yang akan dinyatakan menjadi tersangka dan dalam waktu dekat ini, dapat dinaikkan ke tahap penyidikan khusus.

“Mengenai hasil penyidikan umum, tim penyidik sudah melaporkan hasilnya ke Kajari, namun terakhir saya belum berkomunikasi dengan tim penyidik, apa hasilnya” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasus dugaan korupsi program bantuan budidaya lebah bagi empat kelompok tani di Ulu Belu yang menyeret nama oknum anggota DPRD Kabupaten Tanggamus fraksi PDI Perjuangan dan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batu Tegi memasuki tahap penyidikan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus telah melakukan pemanggilan saksi-saksi terkait dugaan korupsi bantuan budidaya lebah yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2021 senilai Rp800 juta untuk 4 kelompok tani di Pekon Penantian, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Adi putra meminta kepada pihak kejaksaan negeri tanggamus untuk memproses kasus dana bantuan petani lebah secara terang benderang, pihak kejaksaan jangan tebang pilih dan ter intervensi oleh kekuatan lain.

Adi putra juga berharap pihak kejaksaan jangan lambat dalam menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, karena perlu untuk kepastian hukum bagi yang terlibat. (Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *