GMBI Sarankan Nanang Ermanto Agar Kelola Aset Pemda Lamsel Dengan Baik

👉 www.Cakrawalatv.com

LAMPUNG SELATAN,-Menyikapi PAD Lampung selatan yg cenderung stagnan tiap tahunya di tiap tiap SKPD, Dadan Hutari.SE selaku Bendahara GMBI Propinsi angkat bicara bahwa itu akibat minim inovasi dan banyak kebijakan yang gagal dan salah kelola bupati Nanang Ermanto.

Contohnya saja Kabupaten Lampung selatan terjerat Hutang Kepada PT SMI untuk pembangunan yang di nilai dipaksakan.

Bahkan Dadan Hutari.SE menduga ada upaya mafia anggaran yang terlibat mengingat Pinjaman ke SMI dinilai belum terlalu URGEN sehingga pada akhirnya kembali Masyarakat Lampung Selatan harus menanggung beban Hutang cicilan berikut bunganya” Ujarnya.

Dadan Hutari.SE juga mengatakan; “Bahwa seharusnya pemerintah daerah kabupaten Lampung Selatan harus pandai mengelola aset yang ada jangan sibuk mikir berhutang contohnya saja Tanah aset Pemda banyak yang mangkrak dan gak jelas steam pengelolaanya; Kata Dadan.

Atau kata beliau inventaris seluruh aset baik Tanah atau bangunan berikut pabrik sitaan KPK, serahkan saja pada BUMD biar di kelola dengan baik daripada sibuk menggunakan uang penyertaan Modal yg membuat boros anggaran hanya sekedar jualan beras.

Menyinggung pertanyaan awak media Dadan Hutari.SE kembali menuturkan bahwa kritiknya kepada pemerintah Nanang Ermanto semata-mata agar Pemda Lampung selatan jauh lebih baik gak sembrono dalam menentukan kebijakannya.

Satu contoh lagi,“Itu way belerang itu pengelolaanya sangat kumuh keadaanya seharusnya dinas terkait yaitu pariwisata bisa mengembangkan dengan baik jelas tata kelola.

Dan income untuk Pemdanya harus benar-benar menjadi nilai tambah PAD atau bisa juga serahkan lagi pada BUMD katanya waktu itu bupati bilang BUMD salah satunya mengelola bisnis pariwisata ini malah hanya bisa berinovasi jualan beras dengan uang rakyat yang begitu besar nilai penyertaan modalnya.

Beliau juga memaparkan salah satu contoh PDAM yang dari Dulu beberapa kali ganti pemimpin tidak pernah ada inovasi air kualitasnya juga diduga tidak layak tidak sesuai standar Peraturan Mentri Kesehata nilai kekeruhannya, bahkan dari dulu mungkin hanya PDAM di Lampung selatan inilah yang gak bisa hidup tiap hari bahkan ada yang kena giliran tiga hari sekali. itu menandakan ada kegagalan kebijakan kurang ada perubahan yang menguntungkan masyarakat.Tutupnya Sambil tertawa. (Dd/Kurdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *