Misteri Kematian Anisial AM Warga Arimbi Memuai Kritikan Dari Pihak Keluarga

Misteri Kematian Anisial

👉www.Cakrawalatv.com

SURABAYA,- Misteri kematian seorang tahanan berinisial AM warga Arimbi yang ditangkap oleh sejumlah massa karena terlibat pencurian, mampu menuai kritikan dari pihak keluarga.

Dan dalam hal ini AM usai diserahkan dan dibawa ke Mapolsek Simokerto, hanya selang dalam kurun waktu 2 jam, dirinya dinyatakan meninggal dunia.

dimana itu tentunya hal tersebut membuat pertanyaan besar dari pihak keluarga untuk menanyakan kejadian seperti apa yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum tersebut, hingga merenggut nyawa seseorang.

Sementara itu dari pihak keluarga yang datang ke Kantor Mapolsek Simokerto untuk menemui Kapolsek guna mengklarifikasi atas kematian AM.

Alhasil “Kita miliki bukti, saudara kami saat diserahkan kondisinya baik baik saja, namun kenapa tiba-tiba saudara kami dikabarkan meninggal dunia,” informasi keluarga.

diduga Tidak SOP, Tersangka sebelum meninggal, mata di tutup Lakban oleh oknum Polisi Misteri Meninggalnya Tahanan Di Mapolsek Simokerto, ada apa?

Dalam kesempatan ini awak media dikonfirmasi, Kapolsek Simokerto Kompol Dwi Nugroho lantas memberikan keterangan memang betul saat itu AM diserahkan usai kedapatan melakukan pencurian dan diamankan oleh beberapa warga. “Memang kondisinya saat diserahkan wajahnya terlihat pucat, untuk kondisi tangan diborgol itu kita sesuai SOP agar tahanan tidak melakukan tindakan diluar dugaan, lantas setelah kami periksa AM mengeluh sesak, mengetahui hal tersebut kami bergegas membawa ke RSUD Dr Soewandi,” jelas Kapolsek Simokerto.

Namun kondisinya saat itu tidak tertolong saat pihak kepolisian membawanya ke RSUD, sementara itu petugas menganalisa perutnya terlihat kosong, dan mungkin kaget saat mendapatkan amukan massa.

“Adapun sebagai rasa pertanggung jawaban pihak kepolisian Mapolsek Simokerto segera datang ke rumah duka untuk memberikan bantuan untuk biaya pengajian tahlil di rumah duka”, imbuhnya.

berdasarkan dugaan informasi dilapangan, saat tertangkap massa TSK diamankan dan tidak terjadi pemukulan. Saat diserahkan ke pihak Polsek Simokerto, diduga TSK meninggal Dunia.

Ditempat terpisah, DPD Puskominfo Jawa timur Umar Al- Khotob, NH memaparkan, bahwa saya sangat mengecam keras atas meninggal dunia korban pelaku Ranmor yang sempat di duga di massa. Dan di bawa ke Mako Polsek Simokerto, keadaan tambah parah.

“Kami berharap dalam permasalahan ini segara mungkin di selesaikan secara prosedural dan profesional”, tegasnya.

“Sampai berita ini di turunkan tetap kami koordinasi dan konfirmasi ke pihak-pihak terkait”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *