SMK HARAPAN BANGSA PANTI MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN GRATIS 

 

 

Pasaman , Cakrawala TV

SMK Harapan Bangsa Panti Kabupaten Pasaman Sumatera Barat,Para siswa/siswi SMK Harapan Bangsa Panti memperlihatkan piagam prestasi yang mereka raih.

 

Nama SMK Harapan Bangsa (Harsa) Panti mungkin tidak asing lagi di telinga kita. sekolah ini didirikan sejak tahun 1998 di bawah naungan Yayasan Harapan Bangsa Panti Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, berdomisili di Kenagarian Panti, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

 

Saat ini, SMK Harapan Bangsa Panti sudah mengembangkan 6 Kompetensi Keahlian yaitu, Teknik Pengelasan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Perbankan dan Keuangan Mikro, Bisnis Daring dan Pemasaran, serta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran dengan Akreditasi Sekolah B.

 

Kepala SMK Harsa Panti, Zulham Effendi, S.Pd, M.M menyebut, untuk saat ini, total jumlah siswa pada tahun ajaran 2022/2023 mencapai sebanyak 608 siswa. Mereka tergabung dalam 18 Rombel.

 

Dalam hal meningkatkan kualitas peserta didik, keberadaan kepala sekolah harus mampu menjabarkan visi dan misi Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten maupun Dinas Pendidikan dalam sebuah rumusan visi dan misi sekolah.

 

Sementara itu Sudah banyak siswa Yang berhasil dari tammatan dari sekolah SMK harapan Bangsa Panti ada yang sudah menjadi anggota TNI, Polri, Guru,Dosen,dan Kepala Wartawan Cakrawala tv Sumatera Barat.

 

Adapun Visi yang dirumuskan SMK Harapan Bangsa Panti adalah Mewujudkan tamatan yang cerdas, mandiri, beriman, bertaqwa, dan peduli lingkungan menuju Adiwiyata Mandiri dan UKS tingkat nasional dengan rumusan 12 misi.

 

Rumusan visi misi tersebut dituangkan ke dalam beberapa program unggulan dalam pengembangan kompetensi kejuruan maupun program pendidikan keagamaan yang akan mampu membentuk siswa yang unggul dan berkarakter.

 

Pertama, dengan program Pelaksanaan Ibadah Shalat di Sekolah dengan keterbatasan sarana dan prasarana seperti Mushalla yang kurang mampu menampung jumlah seluruh siswa, dapat diatasi dengan pemanfaatan kondisi ruangan kelas yang tersedia.

 

Siswa harus mampu merancang suasana kelas pada saat akan memulai pelaksanaan ibadah shalat, seperti perlengkapan sajadah dan tikar shalat dipersiapkan untuk setiap kelas. Sehingga pada saat ibadah dapat dikondisikan dengan baik.

 

Untuk perlengkapan shalat seperti mukena dan sandal, harus disiapkan oleh masing-masing siswa, dengan dukungan fasilitas yang diberikan oleh sekolah seperti tempat berwudhu dan air bersih, yang dipersiapkan dengan baik sesuai tingkat kebutuhan untuk memperlancar dan mendukung pelaksanaan shalat.

 

Guru berperan sentral dalam membina secara langsung pelaksanaan ibadah shalat, seperti keterlibatan langsung dalam pelaksanaan shalat, mengarahkan siswa untuk secara aktif dalam pelaksanaan shalat, dan memeriksa keikutsertaan siswa dalam pelaksanaan shalat.

 

Bentuk pelaksanaan shalat ini mampu menumbuhkan karakter untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam kewajiban beragama, belajar, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan itu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Untuk saat ini, dorongan untuk menanamkan nilai-nilai agama secara berangsur-angsur sudah mulai tertanam pada diri siswa. Ini dilihat dari meningkatnya motivasi belajar di sekolah, menurunnya pelanggaran terhadap aturan di sekolah, dan meningkatnya prestasi siswa dalam bidang keagamaan.

 

Kedua, program Kegiatan Membaca Al Quran sebelum pembelajaran dimulai sebelum persiapan pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan dimulai dengan pembacaan Al Quran yang dilaksanakan secara bergiliran dalam waktu 20 menit.

 

Kemudian,masing-masing siswa wajib memiliki satu buah Al Quran untuk dipakai, ketika membaca dan menyimak kegiatan tersebut. Sementara tugas seorang guru menjadi pembimbing untuk melakukan pembinaan langsung terhadap pelaksanaan, seperti pengecekan tajwid.

 

sebelum memulai kegiatan pembelajaran, merupakan salah satu upaya membentuk karakter siswa sebagai generasi bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

 

Ketiga, program kegiatan Tahfidz Qur’an Raudhatul Jannah SMK Harapan Bangsa Panti yang sudah diresmikan sejak 9 April 2021 dengan anggota awal sebanyak 10 siswa. Total jumlah awal anggota tahfiz memang masih kurang dari apa yang diharapkan, namun semangat dalam memulai yang baik tidak menyurutkan api dari pihak sekolah maupun guru yang bersangkutan untuk terus memotivasi dan mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan tahfidz ini.

 

Kegiatan pelaksanaan Tahfiz di SMK Harsa Panti dibimbing oleh 2 guru pembimbing yang sudah memiliki pengalaman dalam membina kegiatan tahfiz. Mengenai program kegiatan pelaksanaan tahfiz, pihak sekolah merancang dan menyusun dengan baik, agar kegiatan tersebut dapat terukur dan berkembang.

 

Salah satu bentuk keberhasilan yang dicapai dalam kegiatan tahfiz saat ini di antaranya, mampu mencetak tahfiz yang sudah mewisuda sebanyak Lima kali. Di mana pada pelaksanaan wisuda pertama, meluluskan sebanyak empat siswa, wisuda kedua sebanyak 6 siswa, Wisuda ketiga sebanyak 11 siswa, wisuda keempat sebanyak 10 siswa, dan baru-baru ini dilaksanakan wisuda kelima dengan total 18 siswa.

 

Kegiatan pembinaan ini juga sudah mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat melalui pemberian penghargaan sebagai sekolah yang diselenggarakan masyarakat atas prestasinya, menjadi satuan pendidikan kejuruan yang berkomitmen terhadap penerapan pendidikan karakter berbasis pesantren pada tahun 2022.

 

Motivasi kepada siswa tahfiz, diberikan beberapa bentuk pelaksanaan wisuda secara berkala, bagi hafiz/hafizah yang telah mampu dan memenuhi kriteria yang ditentukan. Pemberian piagam penghargaan, dan beasiswa.

 

Wisuda Tahfiz Qur’an Raudhatul Jannah Yayasan Harapan Bangsa Panti juga memberikan dukungan penuh terhadap kelompok Tahfiz Raudhatul Jannah, untuk terus mengembangkan diri dalam kegiatan Keagamaan.

 

Dari pelaksanaan Program Unggulan Keagamaan yang telah dilaksanakan, sejauh ini telah memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa. Agar memiliki semangat dalam mewujudkan Merdeka Belajar dengan hasil menanamkan nilai-nilai agama melalui ibadah shalat yang teratur.

 

Menumbuhkan kecintaan terhadap Al Quran dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, menghasilkan Hafiz yang bisa menguasai Al Quran, meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar dan praktek, serta membentuk kepribadian dan karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai dan budaya.(Amsar Harahap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *