• Jum. Jan 9th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Audiensi Dan Silaturahmi Forum Wartawan Banten (FWB) Dengan Kalapas Kelas IIA Serang

ByDIYAN SAPUTRA

Jan 8, 2026

Serang, www.Cakrawalatv.com- Forum Wartawan Banten (FWB) melakukan audiensi dengan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang. Audiensi tersebut dipimpin Ketua Umum FWB Toha dan diterima Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Steven, Kamis (08/01/2026).

Pertemuan membahas pengelolaan lembaga pemasyarakatan, pola pembinaan warga binaan, serta keterbukaan informasi kepada publik terkait kondisi lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Serang Riko Steven mengatakan masih terdapat pandangan keliru di masyarakat mengenai lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, keterbukaan informasi diperlukan agar publik memahami kondisi lapas secara faktual.

 

“Minimal orang-orang Serang lah, Banten lah, biar tahu lapas itu apa sih sebenarnya. Hal yang dulu dibilang menyeramkan, hal yang tabu yang istilahnya penjara, tapi di dalam penjara ternyata tidak seseram yang di pikiran,” kata Riko.

Ia menyebut Lapas Kelas IIA Serang sebagai ruang bersama yang perlu dijaga oleh seluruh pihak. “Gak tahu tempat lain ya, tapi saya pengen memastikan ini rumah kami, rumah kita. Harus kita jaga, Pak, pastinya,” ujarnya.

Riko menjelaskan pendekatan yang diterapkan di Lapas Kelas IIA Serang lebih menitikberatkan pada pembinaan warga binaan. Menurut dia, pembinaan diarahkan agar warga binaan siap kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat setelah menjalani masa pidana.

 

“Bahwasannya, warga binaan terutama di sini bukan tempat pemenjaraan tapi bagaimana tempat pembinaan. Dibina ulang pikirnya, pembinaan kinerjanya, biar kembali ke masyarakat, diterima oleh keluarganya kembali,” katanya.

 

Pembinaan tersebut dijalankan melalui kegiatan terjadwal, antara lain pembinaan kerja, olahraga, dan keagamaan, yang masuk dalam agenda harian warga binaan. “Kegiatan-kegiatan di sini kita jadwalkan. Kita maksimalkan semua pembinaan di sini,” ujar Riko.

 

Ia juga menyampaikan pembinaan rohani dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas ibadah yang tersedia di dalam lapas. “Dari masjid harus kita maksimalkan, ada masjid, ada gereja kita maksimalkan,” katanya.

Dalam audiensi itu, Riko turut menjelaskan pendekatan komunikasi kepada warga binaan. Ia menyebut istilah narapidana tidak lagi digunakan dalam keseharian. “Saya di sini gak nyebut napi, saya nyebutnya saudara. Kata nama narapidana itu di sini sudah kita hilangkan,” ujarnya. (Red_YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *