• Kam. Feb 19th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Mega Proyek Sawah Luhur Di Demo Ratusan Masa Dari Aliansi Masyarakat Banten Bersatu

ByDIYAN SAPUTRA

Feb 19, 2026

Serang, www.Cakrawalatv.com- Aliansi Masyarakat Banten hari ini menggelar aksi demonstrasi di lokasi Mega Proyek Sawah Luhur, Kota Serang, 18-Februari-2026, Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap dugaan pelanggaran prosedur, dampak lingkungan, serta ancaman terhadap ruang hidup masyarakat setempat.

 

Ratusan massa yang terdiri dari warga, petani, mahasiswa, nelayan, tokoh pendekar dan berbagai elemen masyarakat turun langsung ke lokasi proyek. Dalam aksi tersebut, massa melakukan penyegelan simbolik sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas pembangunan yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan.

 

Sebagai simbol perlawanan sekaligus kecintaan terhadap tanah air, massa aksi membentangkan Bendera Merah Putih berukuran raksasa di area proyek. Pembentangan bendera tersebut menjadi pesan kuat bahwa perjuangan ini bukan semata soal kepentingan kelompok, melainkan tentang menjaga tanah, ruang hidup, dan kedaulatan rakyat Banten.

 

Koordinator aksi Wildan dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan, namun menolak pembangunan yang tidak transparan, tidak berpihak kepada rakyat, dan berpotensi merusak lingkungan

 

“Kami datang bukan untuk membuat kegaduhan, tetapi untuk menuntut keadilan. Jika proyek ini terus dipaksakan tanpa memperhatikan suara rakyat dan kajian yang jelas, maka kami akan memperluas perjuangan ini hingga ke tingkat nasional,” tegasnya.

 

Bunda umi perwakilan Warga Sawah Luhur juga menyampaikan kekhawatiran atas dampak sosial dan ekologis yang dapat terjadi apabila proyek terus berjalan tanpa kejelasan perizinan dan analisis dampak lingkungan yang transparan.

 

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan secara tertib. Aliansi Masyarakat Banten menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah dan pihak pengembang.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera membuka ruang dialog yang adil dan transparan, serta menghentikan sementara aktivitas proyek sampai seluruh persoalan administratif, lingkungan, dan sosial benar-benar diselesaikan. (Red_Yoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *