• Sel. Apr 14th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Ironi Jalan Protokol: Saat Jalur Utama Bojong Gede Berubah Jadi Garasi Bus AKAP

ByRENALDI DAPIT

Apr 13, 2026

BOGOR – Ruas Jalan Raya Tegar Beriman di Kelurahan Bojong Baru kini tak lagi ramah bagi pengendara. Jalur arteri yang seharusnya bersih dari hambatan untuk menunjang nadi ekonomi Bogor, justru berubah wajah menjadi pangkalan bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP). Pemandangan bus yang berjajar “ngadem” di bahu jalan ini telah menjadi potret harian yang menyulut keresahan pengguna jalan. Senin, (13/04/26).

Fenomena ini bukan sekadar urusan parkir sembarangan. Keberadaan bus-bus raksasa yang memakan jalur lambat hingga merembet ke jalur cepat ini menunjukkan adanya pengabaian aturan secara terang-terangan. Muncul dugaan di tengah masyarakat bahwa ada “main mata” antara pengelola armada dengan oknum lapangan. Tanpa adanya jaminan keamanan atau setoran tertentu, sulit membayangkan bus-bus besar tersebut bisa parkir permanen di jalan protokol tanpa tersentuh penertiban.

Dampak dari okupansi jalan ini sangat fatal bagi keselamatan. Rinto (35), warga yang rutin melintasi jalur tersebut, menyebut area ini sebagai jebakan maut di malam hari.

“Bus-bus ini parkir tanpa rambu atau lampu tanda darurat. Dalam kondisi gelap, mereka terlihat seperti tembok gelap di tengah jalan. Pengendara motor sangat berisiko menabrak dari belakang karena jarak pandang yang tertutup,” ujar Rinto dengan nada kecewa.

Ia pun mempertanyakan fungsi pengawasan dari Dinas Perhubungan dan kepolisian setempat yang terkesan melakukan pembiaran. Baginya, jalan umum adalah hak publik, bukan aset pribadi perusahaan otobus atau lahan bisnis oknum yang mencari keuntungan dari pungutan liar.

Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata maupun klarifikasi dari instansi terkait mengenai legalitas “terminal bayangan” tersebut. Kebisuan otoritas berwenang di tengah keluhan masyarakat yang kian nyaring seolah melegitimasi bahwa aturan lalu lintas bisa dikesampingkan demi kepentingan tertentu. Masyarakat mendesak agar jalur Tegar Beriman segera dikembalikan fungsinya sebagai jalan raya yang aman, sebelum nyawa pengendara menjadi tumbal akibat kelalaian dan egoisme sektoral.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *