• Kam. Agu 13th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Bau Menyengat Dipersoalkan, SPPG Panjang Utara 2 Klaim Ipal Bagus, Warga: Jangan Buang Limbah Ke Drainase Kami

ByDIYAN SAPUTRA

Agu 10, 2026

Bandar Lampung.www.Cakrawalatv.com-Persoalan bau menyengat yang dikeluhkan warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panjang Utara 2, Bandar Lampung, memasuki babak baru.

 

Pihak SPPG menyatakan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka dalam kondisi baik. Namun, pernyataan tersebut justru berbanding terbalik dengan keluhan warga yang mengaku mengalami gangguan bau sejak dapur SPPG beroperasi.

 

Kepala SPPG Panjang Utara 2 melalui Asisten Lapangan, Fadil, mengatakan bahwa limbah dari aktivitas dapur terlebih dahulu melalui proses pengolahan sebelum dialirkan ke drainase.

 

“IPAL SPPG bagus, kami melalui proses baru masuk ke drainase,” kata Fadil.

 

Fadil juga membantah bahwa bau menyengat tersebut otomatis berasal dari limbah SPPG. Menurutnya, aroma tidak sedap juga dapat muncul akibat sampah maupun kondisi saluran drainase.

 

“Itu hanya busa sabun cucian piring. Adapun bau menyengat, sebelum SPPG ini berdiri, sampah yang dibuang masyarakat juga bisa menimbulkan bau. Namanya selokan, di mana-mana pasti mengeluarkan bau,” ujarnya.

 

Namun warga justru mempertanyakan klaim tersebut.

 

Sejumlah warga dengan tegas membantah bahwa bau menyengat sudah ada sebelum SPPG berdiri. Mereka menyebut kondisi tersebut baru dirasakan setelah aktivitas dapur SPPG berjalan.

 

“Sebelum ada SPPG tidak ada bau menyengat, Bang. Kalau tidak bau, mana mungkin ditutup dengan papan?” ungkap salah seorang warga.

 

Warga juga menyoroti kondisi drainase yang menurut mereka tidak berjalan sebagaimana mestinya. Penutupan saluran menggunakan papan disebut tidak menyelesaikan persoalan karena bau menyengat masih tercium.

 

“Aliran drainase itu tidak berjalan, makanya ditutup papan. Tetapi tetap bau menyengat. Namanya limbah yang dibuang ke drainase, pasti ada kebocoran,” tegas warga.

 

Warga: Kami Bukan Minta SPPG Ditutup, Tapi Cari Solusi

 

Masyarakat menegaskan bahwa keberadaan SPPG bukan persoalan utama. Yang mereka persoalkan adalah dampak lingkungan yang mereka rasakan.

 

Warga meminta pihak SPPG tidak sekadar melakukan penutupan saluran, tetapi mencari solusi agar air buangan dari aktivitas dapur tidak menimbulkan bau dan tidak mengganggu lingkungan permukiman.

 

“Kami minta pihak SPPG bertanggung jawab, bukan malah menutup seperti ini. Cari solusinya agar limbah tidak dialirkan di drainase kami,” kata warga.

 

Persoalan ini kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara terbuka.

 

Jika IPAL SPPG memang dinyatakan baik, mengapa bau menyengat masih dikeluhkan warga? Ke mana sebenarnya aliran air buangan setelah melalui proses IPAL? Dan apakah air yang masuk ke drainase benar-benar telah memenuhi ketentuan yang berlaku?

 

Pertanyaan tersebut tentu tidak cukup dijawab melalui pernyataan lisan. Diperlukan pemeriksaan langsung dan objektif dari instansi yang berwenang.

 

Camat Panjang Janji Turun Langsung

 

Menanggapi laporan mengenai keluhan warga tersebut, Camat Panjang, Hendri, menyatakan akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

 

“Terima kasih informasinya, kami akan tinjau langsung,” kata Hendri.

 

Langkah tersebut kini dinantikan masyarakat.

 

Sebab, polemik ini bukan lagi sekadar soal “bau selokan” atau “busa sabun cucian piring”, melainkan menyangkut dugaan gangguan lingkungan yang dirasakan langsung oleh warga di sekitar SPPG.

 

Pemeriksaan di lapangan diharapkan dapat membuka fakta sebenarnya: apakah bau tersebut memang berasal dari kondisi drainase sebagaimana diklaim pihak SPPG, atau terdapat persoalan dalam sistem pengelolaan dan pembuangan air limbah.

 

CakrawalaTV.com akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dari pihak berwenang.

 

(By Diyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *