• Ming. Agu 16th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Viral Di Medsos! Dugaan Lambatnya Pelayanan RS Handayani Kotabumi Disorot

ByDIYAN SAPUTRA

Agu 16, 2026

Lampung Selatan.www.Cakrawalatv.com-Dugaan kelalaian nakes tersebut, mengakibatkan seorang anak berumur empat tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang UGD RS Handayani sekitar pukul 02.00 Wib, Jumat 14 Agustus 2026.

 

Vidio berdurasi 2.18 detik itu mengambarkan sosok pasien yang diketahui bernama Ananda (4) warga Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara, terbaring tidak bernyawa diatas bed ruang perawatan UGD RS Handayani didampingi sanak keluarganya yang saat itu tengah menjerit histeris.

 

Dalam video unggah di media sosial, seorang laki-laki berkata bahwa penangan Rumah Sakit Handayani kurang baik, sehingga menyebabkan faktor hilangnya nyawa keluarganya tersebut

 

“Penangan rumah Rumah Sakit Handayani kurang, lihat ini satpam -satpam, ngomong kamurang berdua”,

“Lihat ini, kaya mana kalau ini terjadi dengan anak kamurang, masuk jam berapa, keluar kamurang dokter,” ujar laki-laki dalam video tersebut sambil menjerit dan merekam seluruh ruang UGD Rumah Sakit Handayani, yang nampak minim adanya dokter dan perawat.

“Nggak mungkin mati anak itu kalau bukan kurang penangan kamurang, kamurang kan tahu kami itu, dari jam berapa diruangan ini keluar kamurang dokter -dokter,” sebutnya.

 

Dugaan lambat penangan seorang anak di Kabupaten Lampung Utara hingga meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruangan UGD Rumah Sakit Handayani, kini menuai sorotan publik.

 

Persoalan tersebut semakin ramai setelah informasi terkait dugaan kurangnya penangan pasien beredar berbagai media sosial.

 

Sebagaimana dikutip akun facebook Edi Hamzah, Sabtu (15 Agustus 2026) sejumlah warganet mengaku pernah mendapatkan pengalaman buruknya pelayanan dan penangan Rumah sakit Handayani.

 

Salah satunya akun, Dewi Aryani Saja, yang mengaku mengalami trauma setelah mendapatkan perlakuan tidak ramah, dari semua petugasnya ketus. “Saya trauma dan ini untuk terakhir kalinya melahirkan di Rumah Sakit Handayani, karena perlakuan seluruh petugas ya tidak ramah.”tulisnya.

Komentar serupa disampaikan akun,

 

Azizah iza, Ia mengaku pernah mendapat perlakuan dan penangan buruk. “Ia benar itu, kami datang dari altn, dua hari dulu baru di tangani,” tulis akun tersebut.

 

Sementara akun, yuli az Zahra, ia mengaku dan bersaksi pernah mengalami persoalan ketika mengantarkan anak tetangganya yang kena kejang dan minta untuk melengkapi berkas anak tersebut.

 

“Saya bersaksi, bahwa saya juga pernah di posisi seperti itu, dlu waktu nganterin anak tetangga yang kena kejang, kami dari rumah sudah tidak karuan, tah mana jilbab, tah mana sendal, tah mana baju yang layak, pokoknya saya gass bawa motor kayak orang mabok. Waktu itu posisi subuh, gumpek dibawa ke RS ini, sampek di UGD ketemu perawatnya malah suruh saya pulang untuk melengkapi berkas, setelah sesampai di ruang sakit, malah ketemu perawat yang tenang damai kaya orang tidak ketemu pasien yang gawat, Salut lah dengan perawat-perawat itu,” tulisnya.

 

Tak sampai disitu, akun malla astutty juga turut membagikan pengalaman saat mengalami pendarahan dan mendapat perawatan di Rumah Saki Handayani.

 

“Dulu saya waktu pendarahan di rawat di Handayani waktu saya transfusi darah badan menggigil luar biasa, manggil perawat sampai berkali-kali memanggil perawat. Namun, satu tidak ada satu respon dan datang, setelah ibu saya marah-marah baru mendapat penanganan dari perawat nya,” tulisnya.

 

Kemudian, akun uan Mawan, membenarkan dan mengaku kurang memuaskan dalam pelayan dan penanganan di Ruang UGD Rumah sakit umum handayani.

 

“Untuk penanganan UGD di Rumah sakit umum handayani memang sangat sangat kurang memuaskan. Terutama dokternya (dokter laki berkacamata), bahkan untuk menyampaikan keluhan saja tidak di gubris, dan tidak dengar sama sekali, disuruh nunggu, giliran nunggu, lama banget semau dokternya memeriksa, setelah di periksa cuman seadanya bentar doang.

Kalau untuk perawat mungkin mereka perawat tidak berbuat banyak, tergantung apa kata dokternya, tapi kalau dokternya memang parah banget ini belagu, ngesok bahkan semau mau mereka,” tulisnya.

 

Sampai berita ini ditulis, belum ada kelarifikasi dari pihak managemen RS Handayani. Sementara video yang beredar, mendapatkan tanggapan yang negatif.

(By Diyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *