BEKASI — Beredarnya pemberitaan mengenai seorang lansia bernama Abah Bodong yang disebut masih tinggal di gubuk tidak layak huni di wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, perlu diluruskan agar informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
Berdasarkan informasi dan kondisi di lapangan, Abah Bodong bukan tidak mendapatkan perhatian maupun bantuan dari pemerintah dan masyarakat. Bantuan kebutuhan sehari-hari berupa sembako secara rutin diberikan kepada yang bersangkutan, termasuk setiap hari Jumat.
Selain bantuan kebutuhan pokok, pemerintah daerah juga telah memberikan tempat tinggal berupa rumah yang dibangun untuk ditempati Abah Bodong. Rumah tersebut disediakan sebagai tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman dibandingkan gubuk yang selama ini ditempatinya.
Sebelumnya, Abah Bodong masih memilih untuk tinggal di gubuk tersebut karena merasa lebih nyaman dengan tempat yang telah lama ditempatinya.
Sebagai tindak lanjut, Camat Jatisampurna telah memerintahkan aparatur Kelurahan Jatiraden untuk melakukan K3 (kebersihan, ketertiban, dan keindahan) di lokasi rumah yang telah disediakan. Aparatur kelurahan diminta untuk membersihkan dan mempersiapkan rumah tersebut agar siap ditempati oleh Abah Bodong.
Dalam perkembangan terbaru, Abah Bodong juga telah menyatakan kesiapannya untuk pindah dan menempati rumah yang telah disediakan pemerintah. Hal ini menjadi langkah positif agar yang bersangkutan dapat tinggal di tempat yang lebih aman, sehat, nyaman, dan layak.
Pemerintah Kecamatan Jatisampurna bersama Kelurahan Jatiraden terus melakukan pendekatan secara humanis kepada Abah Bodong. Upaya tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan warga.
Dengan demikian, kondisi Abah Bodong yang sebelumnya masih terlihat tinggal di gubuk tidak semata-mata disebabkan oleh tidak adanya perhatian pemerintah. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pemberian bantuan kebutuhan sehari-hari, penyediaan rumah yang lebih layak, hingga persiapan rumah melalui aparatur Kelurahan Jatiraden.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kondisi tersebut. Informasi mengenai kondisi warga juga diharapkan dapat disampaikan secara utuh, berimbang, dan berdasarkan fakta di lapangan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pemerintah tidak memberikan perhatian.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan gambaran mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada warga yang membutuhkan.
Dengan adanya kesiapan Abah Bodong untuk pindah, pemerintah berharap proses pemindahan ke rumah yang telah disediakan dapat berjalan dengan baik.
Bantuan kebutuhan sehari-hari juga diharapkan terus menjadi bagian dari kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap warga yang membutuhkan.
*Juliyanto
