• Jum. Okt 16th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Seruan Suci Dari Kaki Rajabasa: Jaga Gunungnya, Jaga Airnya, Jaga Anak Cucu Kita! Masyarakat Adat Segekhi Suku Kutip QS.Al-A’raf & Ar-rum

ByDIYAN SAPUTRA

Okt 16, 2026

Lampung Selatan.www.Cakrawalatv.com- Sebuah seruan moral, spiritual, dan ekologis yang sangat mendalam menggema dari kaki Gunung Rajabasa. Masyarakat Adat Segekhi Suku mengeluarkan SERUAN MENJAGA GUNUNG RAJABASA yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Lampung Selatan, tokoh adat, tokoh agama, alim ulama, cendekiawan, pemuda, dan seluruh generasi penerus bangsa.

Seruan ini bukan sekadar pernyataan sikap menolak, melainkan ajakan suci untuk kembali kepada fitrah manusia sebagai khalifah penjaga bumi.

SERUAN MENJAGA GUNUNG RAJABASA
JAGA GUNUNGNYA, JAGA AIRNYA, JAGA KEHIDUPAN ANAK CUCU KITA!

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi penerus, khususnya Masyarakat Adat Segekhi Suku di mana pun berada.

Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian Gunung Rajabasa, hutan yang lebat, sumber mata air yang jernih, dan lingkungan yang menjadi nadi dan sumber kehidupan masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Gunung bukan sekadar bentang alam dan angka potensi megawatt, tetapi juga bagian dari kehidupan, identitas budaya, warisan leluhur, dan amanah agung dari Allah SWT yang harus kita jaga untuk generasi mendatang.

Peringatan Allah SWT Dalam Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dengan sangat jelas dalam kitab suci Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56:

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”

Allah SWT juga mengingatkan dengan keras dalam QS. Ar-Rum ayat 41:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Kedua ayat suci tersebut menjadi pengingat, tamparan, dan alarm keras bagi kita semua, baik pemerintah, investor, maupun masyarakat, agar senantiasa menjaga alam, merawat bumi, dan tidak pernah mengabaikan dampak buruk dari setiap kegiatan manusia yang serakah terhadap lingkungan.

Kerusakan hutan, keringnya mata air, dan bencana ekologis adalah buah dari tangan manusia yang tidak amanah.

Seruan Adat yang Damai dan Bermartabat

Oleh karena itu, kami menyerukan dengan hati yang tulus dan penuh kedamaian agar kelestarian Gunung Rajabasa, keutuhan hutannya, dan keberlangsungan sumber mata airnya menjadi perhatian utama dan bersama. Setiap rencana pemanfaatan alam, termasuk rencana PLTP Rajabasa, harus mengutamakan keselamatan masyarakat, kelestarian lingkungan, perlindungan mutlak terhadap sumber air, serta penghormatan terhadap hak-hak konstitusional masyarakat adat.

Jangan sampai kepentingan investasi sesaat, kepentingan segelintir orang, mengorbankan sumber kehidupan abadi bagi puluhan ribu jiwa dan generasi mendatang.

Mari kita bersatu, bergandengan tangan, menjaga Gunung Rajabasa dengan cara yang damai, bermartabat, cerdas, berdasarkan kajian ilmiah yang jujur, nilai-nilai agama yang luhur, adat istiadat yang sakral, dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Seruan ini ditutup dengan pekik perjuangan yang menggugah jiwa:

JAGA RAJABASA! JAGA AIR! JAGA KEHIDUPAN!

Gunung terjaga, air tetap mengalir deras, masyarakat hidup tenteram dan makmur, dan anak cucu kita kelak mewarisi alam yang lestari, bukan warisan bencana.

Demikian seruan ini kami sampaikan untuk menjadi renungan bersama.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Atas Nama: Masyarakat Adat Segekhi Suku – Penjaga Gunung Rajabasa.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *