Oleh Ketum PWDPI: M.Nurullah. RS
www.Cakrawalatv.com- Ditemukannya dugaan banyak kecurangan di Dapur MBG (Makanan Bergizi Gratis) adalah hal yang sangat menyakitkan hati dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Program yang seharusnya menjadi ujung tombak penanggulangan kelaparan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang kurang mampu, justru diketahui telah menjadi ladang bagi praktik tidak jujur yang merugikan negara dan rakyat.
Kecurangan yang terjadi di dalam program semacam ini memiliki dampak yang sangat luas. Pertama, masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak mendapatkan layanan yang layak atau bahkan tidak mendapatkan apa-apa sama sekali.
Padahal, anggaran yang digunakan berasal dari uang rakyat yang dipungut melalui pajak – yang seharusnya dialokasikan untuk kesejahteraan mereka. Kedua, kejadian ini merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial yang dikelola oleh pemerintah atau lembaga terkait.
Ketika masyarakat kehilangan kepercayaan, maka efektivitas program-program serupa di masa depan akan sangat sulit untuk dicapai. Ketiga, praktik kecurangan ini juga menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem pengelolaan dan pengawasan program, yang jika tidak segera diperbaiki akan menjadi celah bagi praktik yang sama berulang kembali.
Bagi pihak yang terlibat dalam kecurangan ini, perlu disadari bahwa tindakan mereka tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Mereka telah mencuri hak orang lain untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.
Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tidak dipihakkan – tanpa memandang siapa saja yang terlibat. Mulai dari pihak yang merencanakan, melaksanakan, hingga yang menutupi praktik kecurangan tersebut harus mendapatkan sanksi yang sesuai dengan hukum yang berlaku.
Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan Dapur MBG dan program bantuan sosial lainnya. Penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal harus menjadi prioritas, termasuk dengan melibatkan masyarakat dalam pemantauan pelaksanaan program.
Transparansi dalam penggunaan anggaran dan distribusi bantuan juga harus ditingkatkan, misalnya dengan membuat laporan yang dapat diakses publik dan melakukan audit berkala oleh pihak independen.
Kita tidak boleh mengizinkan program yang bertujuan mulia seperti Dapur MBG terus dirusak oleh praktik kecurangan. Setiap rupiah yang dicuri dari program ini adalah hilangnya kesempatan bagi seorang anak untuk mendapatkan makanan bergizi, bagi seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat dari pembangunan yang adil.
Mari kita bersatu untuk menolak korupsi, menuntut keadilan, dan memastikan bahwa setiap program bantuan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi yang paling membutuhkan.(*).
