Lampung Selatan,www.Cakrawalatv.com-Kekecewaan warga memuncak terhadap kontraktor proyek pembangunan jalan yang diduga meninggalkan pekerjaan dalam kondisi tidak tuntas, Bahu jalan yang seharusnya ditimbun justru dibiarkan terbuka, menciptakan lubang berbahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Padahal, proyek jalan tersebut baru saja rampung dengan anggaran sebesar Rp7,9 miliar dari APBD tahun 2025. Namun, hasil di lapangan justru jauh dari harapan masyarakat.
Kondisi ini bahkan telah memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terjeblos ke bahu jalan yang belum ditimbun hingga mengalami luka-luka.
Ironisnya, di tengah proyek miliaran rupiah yang dinilai tak tuntas, warga justru harus turun tangan sendiri menggunakan dana seadanya. Bahkan, anggaran kas Masjid Nurul Hikmah terpaksa digunakan demi menutup bahu jalan yang berbahaya tersebut.
Pada 8 April 2026 Siang “Iya bang, ini memakai anggaran kas masjid karena berada di depan area masjid,” ujar salah seorang warga.
“Bahkan depan rumah saya sendiri, saya memakai uang pribadi,” tambahnya.
Tak hanya itu, warga Talang H. Burhan Desa Karang Raja Kecamatan Merbau Mataram juga bergotong royong melakukan penimbunan secara manual demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.
“Inisiatif ini kami lakukan karena sudah ada kejadian pengendara motor terjeblos ke situ, lumayan luka-luka,” ungkap seorang pemuda setempat.
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan tanggung jawab dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut. Warga berharap pihak terkait segera bertindak dan tidak membiarkan keselamatan masyarakat dipertaruhkan.
(By Diyan)
