Lampung Selatan.www.Cakrawalatv.com- Warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan adanya dugaan pemotongan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari program Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Badan Pangan Nasional (Bapanas). Ironisnya, tindakan ini diduga kuat dilakukan oleh oknum Ketua RT dan Kepala Dusun (Kadus) setempat.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan yang seharusnya diterima secara utuh justru menyusut drastis setelah dibagikan.
Saat dikonfirmasi oleh Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Lampung Cakrawala TV melalui pesan WhatsApp pada Minggu (24/5/2026), salah seorang warga RT 01, Dusun Sakal yang enggan disebutkan namanya membeberkan kronologi kejadian tersebut.
“Waktu diambil di balai desa, beras dan minyaknya memang utuh. Tapi setelah saya pulang, RT dan Kadusnya datang ke rumah dan meminta beras 10 kg serta minyak 1 liter. Alasannya, barang itu akan dibagikan kepada warga lain yang tidak menerima program Bapanas,” ungkap sumber tersebut.
Kekecewaan warga rupanya cukup meluas. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa salah satu rekannya yang merasa sangat dirugikan sampai meluapkan keluhannya melalui unggahan di media sosial Facebook.
Sesuai dengan ketentuan pemerintah, program bantuan pangan dari Bapanas sejatinya ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dan wajib disalurkan tanpa adanya pungutan maupun pemotongan dengan dalih apa pun.
Menyikapi polemik ini, masyarakat mendesak agar instansi terkait—mulai dari pemerintah desa, pihak kecamatan, hingga aparat penegak hukum—segera turun tangan menyelidiki dan menindaklanjuti dugaan penyelewengan ini secara transparan. Warga berharap penyaluran bantuan ke depannya dapat berjalan lebih tertib, adil, dan tepat sasaran tanpa adanya pengurangan hak penerima.
(By Diyan)
