Polres Pasaman Menuju wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

 

 

Pasaman Cakrawala tv—- Rivalitas dalam tubuh Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dinilai telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan reformasi birokrasi melalui pembangunan zona integritas (ZI). Hal tersebut disampaikan Kasubag Humas Polres Pasaman AKP Jasmardi Kepada wartawan Rabu (25/8) diruang kerjanya”.

 

dalam Evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia Polres Pasaman.

 

Menurut Kasubag Humas Polres Pasaman AKP Jasmardi progres kemajuan dan capaian-capaian yang telah didaptakan oleh unit kerja Polri saat ini sangat menggembirakan. Hal tersebut juga didukung oleh Grand Desain yang telah disusun dan dijalankan dengan baik hingga ke satuan kerja Polri.

 

Warga masyarakat kabupaten Pasaman Amsar Harahap mengucapkan terima kasih Kepada Bapak Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Adriansyah yang telah memberikan kepuasan kepada kami dalam kepengurusan administrasi biar Laporan Masyarakat.

 

Dalam jangka seperempat jam pengurusan Tersebut Sudah selesai dan tidak di pungut biaya atau gratis.

 

Beberapa ruangan Sudah kita siapkan berupa pengurusan, SKCK, SIM, Laporan Kepolisian, Laporan Masyarakat dan ruangan bagi anak menyusui Kata” AKP Jasmardi.

“Ini juga diakibatkan dari adanya kemauan dari setiap pimpinan unit, jadi ada rivalitas yang positif dari setiap unit,” katanya.

 

Namun demikian, Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Adriansyah mengungkapkan bahwa ekspektasi masyarakat terhadap institusi Polri sangat tinggi. Oleh karena, percepatan implementasi reformasi birokrasi melalui pembangunan zona integritas harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan didukung oleh komitmen dari pimpinan unit kerja.

 

Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Adriansyah menuturkan bahwa komitmen pimpinan memiliki andil besar dalam pembangunan zona integritas. Reward and punishment menjadi salah satu cara yang harus didorong dalam penerapan reformasi birokrasi.

 

“Saya pesan kepada rekan-rekan semua, kalau nanti mempimpin, dalam scope apapun, harus ada reward and punishment, harus ada keinginan kuat, harus objektif. Mudah-mudahan hasil yang didaptkan ini adalah sesuatu yg kredibel, objektif, dan bisa dijual. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi institusi Polri dan juga bangsa dan negara,” tegasnya.

 

“Memang berat melakukan reformasi birokrasi di tubuh Polri. Itulah mengapa pentingnya komitmen, harus memotivasi jajaran, harus di jaga betul-betul. Jangan sampai terjadi sesuatu, jaga betul, kuasai betul apa itu ZI, apa itu WBK/WBBM, harus terus dikembangkan,” katanya.

 

Menurutnya, wajah Polri saat ini telah berubah begitu signifikan melalui pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM.

 

mengatakan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi Polri juga terus mengalami peningkatan berkat adanya inovasi-inivasi yang menghasilkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Hasil evaluasi ini nantinya akan menjadi percontohan di tengah-tengah masyarakat” Kata Kapolres AKBP Dedi Nur Adriansyah.

 

“Kita sudah on the track dalam pembangunan reformasi birorkasi melalui zona integritas, membangun percontohan-percontohan. Dilapangan memang suka bias karena ada pemahaman yang masih parsial terhadap zona integritas. Intinya adalah membangun budaya integritas, budaya kinerja, dan budaya melayani,” katanya. (Amsar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *