Masyarakat Keluhkan Dampak Empat Tower BTS Didesa Babatan Katibung

Masyarakat Keluhkan Dampak Empat Tower BTS Didesa Babatan Katibung

 

 

 

 

KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN. www.Cakrawalatv.com –Diduga Empat menara tower yang berada di Desa Babatan Kecamatan katibung Lampung Selatan, tidak memberikan dampak  positif bagi warga masyarakat setempat.

 

Bahkan berdirinya Tower Based Transceiver Station (BTS) hanya memberikan dampak negative apalagi sekarang sedang musim hujan angin kencang dikhawatirkan ke empat bangunan tower tersebut roboh karena keberadaan tower berada ditengah pemukiman masyarakat.

 

Ada sebanyak empat tower  ditiga dusun (Didusun Sinar Ogan 1 BTS),Dusun Sinar Jati (1 BTS),Didusun Negeri Agung (2 BTS),Bahkan sejak keberadaan ke empat tower tersebut bila musim penghujan menimbulkan gemuruh suara kerasnya kilat dan petir sampai kaca rumah bergetar.”ucap sumber Berita warga desa babatan yang namanya enggan dipublikasikan, Pada Senin (6/9/2021)Sore tadi.

 

Selain tidak berdampak positif,rawan akan terjadi musibah tower ambruk, dan lain sebagainya.Warga juga mengeluhkan  perusahaan pemilik provider sejauh ini belum pernah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR).

 

Belum pernah.perusahaan  Pengelola Provider memberikan CSR untuk masyarakat,silahkan tanya langsung saja kepada kepala desa,”terangnnya.

“Warga juga berujar  suara gemuruh saat hujan dan angin kencang yang ditimbulkan bangunan tower membuat warga kurang nyaman alias khawatir tower ambruk dan itu sudah sangat mengganggu.

 

“Ya Khawatir ambruk belum lagi dampak radiasi  dan gangguan elektronik lainya,”timpalnya.

 

 

Ditempat Tepisah,Mislan Irfandi Kepala Desa Babatan membenarkan,hampir 15 Tahun sejak berdirinya ke empat tower milik PT.Telkomsel,Indosat,Three dan XL tersebut sama sekali tidak memberikan dampak positif hanya menguntungkan perusahaan semata.Sebenarnya, sudah banyak laporan masuk dan keluhan masyarakat terkait dengan keberadaan tower tersebut.

 

Keluhannya,dampak dari radiasi tower Dan kabel mengelupas bisa membahayakan warga masyarakat  sekitar tower,”ucapnya.

 

Bukan hanya itu,Irpan juga mengaku tidak mengenal pemilik perusahaan provider pengelola karena pemilik tanah dan perusahaan tidak ada laporannya kedesa.Terkait Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Dari perusahaan menurutnya blm pernah ada.seharusnya,perusaan wajib memberikan CSR,”ungkap dia.

 

 

“Kami jadwal kan harinya kepala dusun akan turun untuk menemui pemilik lahan karena biasanya pengelola provider itu ngontrak.secapatnya pemilik lahan dan pengelola Provider  kami akan panggil,”pungkasnya.(kurdi/hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *