Geram ” Para Pelatih Taekwondoin Lamteng akan Ambil Langkah ke Pusat

 

Cakrawala Lampung 11-01-2022

 

TERBANGGIBESAR – Pelatih dan atlet dari salah satu unit taekwondo Lampung Tengah, Champion TC yang gagal mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) sabuk Dan/Poom, 8-9 Januari 2022 akan mengadukan permasalahan yang dialami ke pengurus taekwondo pusat.

 

Hal ini dikatakan sejumlah pelatih saat konfrensi pers di Moonbee Cafe Bandarjaya, Senin (10/01/2022).

 

Indra Bastoni, pelatih Champion TC menerangkan, dari hasil pendaftaran UKT atlet taekwondo asal Lamteng yang berjumlah 16 orang dari 4 unit. Namun ada unit ditolak oleh panita Pengprov TI Lampung.

 

“Rinciannya 16 atlet dari 4 unit yg akan mendaftar, terdapat 8 atlet dari 2 unit yang diterima,7 lagi dari unit satunya juga diterima dan di kembalikan, serta 1 atlet dari unit yang lain ditolak. Saya sebagai pelatih mendaftar dengan atlet saya pada tanggal 10 Desember, dengan kelengkapan berkas dan dana pendaftaran yang sudah disetujui pihak orangtua atlet.

 

Namun tidak langsung diterima oleh panitia UKT, dan meminta saya untuk menyiapkan surat permintaan maaf terkait ikut Muskab yang digelar di Lamteng. Panitia UKT yang juga Plt. Pengkab TI Lamteng Heliandri mengatakan bahwa bila tidak ada surat permintaan maaf dari pelatih yg terkait muskab TI Lamteng maka atlet akan ditolak ikut UKT,” jelasnya.

 

Alasan ini menurut Indra Bastoni tidak masuk akal, dan mengungkapkan rasa tidak puas, karena harus mengkaitkan atlet sebagai peserta UKT dengan organisasi. Kami dalam melakukan Muskab juga selalu kordinasi dengan Pengprov TI Lampung, dan melibatkan seluruh pelatih di Lamteng.

 

Atas penolakan ini, dirinya bersama jajaran pelatih Taekwondo Lamteng dan orangtua atlet akan mengambil langkah tegas dengan kordinasi pemangku kepentingan, serta organisasi taekwondo di tingkat Pusat.

 

Sementara itu, Pelatih dari unit Club’ MH TC Merril Herman menegaskan bahwa telah terjadi pelanggaran sangat jauh dalam sebuah anggaran dasar organisasi Pengprov TI Lampung.

 

“Menurut saya pelanggaran yang dilakukan Pengprov TI Lampung pertama adalah tidak menghargai hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) Lamteng yang sudah sesuai anggaran dasar dalam organisasi. Karena Muskab yang digelar pada bulan April 2021 di Pondok Makan Yangti telah kordinasi dengan Pengprov TI Lampung dan melakukan pemilihan oleh 12 pelatih dan menghasilkan perolehan suara dengan 9 suara diraih Merril Herman dan 3 suara oleh Hendro Triyono. Ini sah dan sudah mendapat rekomendasi dari KONI Lamteng Nomor : 001/Tim Form/LT-/IV/2021 tanggal 05 April 2021 tentang Permohonan Rekomendasi.

 

Kemudian pelanggaran kedua, Pengprov TI Lampung telah melakukan penolakan terhadap pelatih dan atlet taekwondo dari Lamteng yang akan ikut UKT yang sudah pasti mempunyai hak untuk berlatih dan hak untuk ikut Ujian Kenaikan Tingkat, dan ini sudah sangat jelas terjadi pelanggaran dari intern organisasi Pengprov Lampung,” ucapnya.

 

Atas kejadian ini, pihaknya akan langsung mengambil langkah pengaduan dan meneruskan ke Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Pusat. Karena penolakan ini, menurutnya, jelas menghambat karir atlet taekwondo Lamteng untuk berprestasi dan melanjutkan ujian kenaikan tingkat, karena puncaknya atlet adalah tingkat sabuk hitam.

 

“Atlet taekwondo asal Lamteng itu punya bakat luar biasa. Seperti Mariska Halinda yang berhasil mendulang Medali Emas di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Penghargaan ini tentu menjadi penghormatan bagi Lamteng yang mengharumkan bangsa Indonesia di kancah Internasional,” jelasnya.

 

Dia melanjutkan, adanya kejadian ini membuat rasa khawatir. Di mana bisa menghambat bibit-bibit atlet taekwondo Lamteng yang berbakat untuk berprestasi nasional hingga go Internasional, tegas pelatih yang akrab dipanggil Sabem Meha ini.

 

Andi Antoni salah satu wakil orangtua atlet juga secara tegas sudah melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan baik di daerah dari KONI Lamteng, KONI Provinsi Lampung, pemerintah legislatif serta ke kementerian pusat. Hingga di tingkat pusat untuk mengatasi kondisi ini.

 

“Selama ini anak kami sudah berlatih selama 6 tahun, dan setiap ada kenaikan tingkat tidak pernah ada kendala dan masalah apapun. Bahkan sudah memperolehan prestasi yang mewakili Kabupaten Lamteng dan Provinsi Lampung di nasional hingga kancah Internasional,” bebernya.

 

Andi menyesalkan terjadinya penolakan atlet yang akan ikut UKT. Dengan persiapan yang sudah dilakukan sejak 9 bulan sebelum waktu dilakukan UKT.

 

“Tetapi kenapa dilakukan penolakan atlit yang dikatakan dari Lamteng tidak ada yang ikut UKT kecuali pelatih selaku Pengkab TI Lamteng versi Plt yang ditunjuk Pengprov Lampung. Namun realisasinya dari 8 itu 7 yang diterima dan 1 ditolak. Jika memang tidak ikut maka semua tidak diterima dan harus tidak diterbitkan sertifikatnya, itu baru konsisten sebagai pengurus TI,” pungkas Andi.

 

Sementara, Ketua Pengkab TI Lamteng Hendro Triyono saat dikonformasi melalui telpon menyampaikan terkait alasan penolakan atlet taekwondo Lamteng untuk ikut UKT oleh Pengprov TI Lampung.

 

Dia menyebut karena ada pelanggaran AD/ART organisasi yang dilakukan oleh pelatih Indra Bastoni karena mengadakan Muskab tanpa dihadiri Pengprov TI Lampung.

 

“Menurut Pengprov TI Lampung ada pelanggaran dari pelatihnya sehingga 1 unit yang terdiri dari 8 atlet Lamteng ditolak untuk ikut UKT, selain itu ada juga pelanggaran yang dilakukan pelatih melakukan Kejuaraan Taekwondo di RAS Sport Lamteng tanpa izin dan koordinasi dengan Pengprov TI Lampung,” ungkap Hendro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *