Diduga, Mantan Kepsek SMA Swasta karya Mataram Mar'ap data LPJ Dana Bos Tahun 2020/2021 | CAKRAWALA TV
24 Juni 2024

 

 

www.cakrawala tv.com

LAMPUNG SELATAN– Mantan Kepala Sekolah SMA Swasta karya mataram kecamatan merbau mataram penuh Dugaan Memar’ap data laporan penanggung jawaban dana Bantuan Oprasional sekolah di tahun anggaran 22-01/2022.

 

 

Anisial SN, mantan kepsek SMA swawsta karya mataram ini masih aktif di sekolahan tersebut, saat ini menjadi guru didik biasa. media Cakrawalatv. mendatangi mantan kepsek di ruang kerjanya ingin kompirmasi terkait LPJ dana Bos reguler tersebut beliau tidak mau menjelaskan-(red sebelumnya) sedangkan di tahun anggaran 2020 tahap satu, menerima alokasi dana bos sebesar Rp:76050.000. menganggarkan untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler sebesar Rp:8.225000.’

 

Selanjutnya,”Di tahap ke dua, menerima alokasi dana bos

Rp:101.400.000,’ dan menganggarkan pembelajaran dan Ekstrakulikuler sebesar Rp:64.90.000,

 

“Serta di tahap ke tiga menerima alokasi dana bos

Rp:67.950.000.’ yang menganggarkan pembelajaran dan Ekstrakurikuler sebesar Rp:11.642.500.’ pada anggaran di tahun 2020 yang lalu.

 

 

“Di Tahun angaran 2021 menerima alokasi Dana BOS sebesar Rp:67.950.000,- dan juga masih menganggarkan untuk kegiatan Exstrakurikuler sebesar RP.10.338.500.

 

Terlihat jelas pada laporan justru terkesan fokus melakukan kegiatan Pembelajaran dan Exstrakurikuler, padahal masa pandemi sudah jelas tidak ada kegiatan, akan tetapi mengapa dari sembilan aitem komponen paling besar biaya yang di anggarkan adalah di komponen tersebut. Penuh tanya.

 

“Ahmad Yani Tajir, dari Lembaga Aliansi Indonesia BPAN (Badan Peneliti Aset Negara) Kabupaten Lampung Selatan, mengecam keras terhadap Oknum Kepala Sekolah yang diduga sudah Menyalahgunakan kewenangannya membuat Laporan penggunaan alokasi Dana BOS untuk kegiatan exstrakurikuler di masa Pandemi Covid-19, yang mana pada masa itu tidak ada kegiatan dikarenakan kegiatan belajar mengajar melalui Daring dan Luring.

Sabtu.(22/1/2022).

 

Sambungnya,”Yang jelas kalau di masa pandemi Covid-19 tahun 2020 ada sekolah yang membuat laporan, dan menganggarkan untuk kegiatan itu, patut diduga dengan sengaja untuk kepentingan Pribadi, dan untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok, dan golongan, apalagi kalau ada data otentiknya, saya siap melaporkan secara resmi Oknum tersebut ke Aparat Penagak Hukum,” Tegasnya.

 

 

Sesampai nya berita ini di naikan mantan kepsek SMA Swasta karya mataram anisial ST, belum ada tanggapan, walau hanphone nya dalam ke adaan aktif dia tidak menanggapi di via WatsApp nya mau pun di telf Selulernya.

Padahal di pihak media hanya ingin kompirmasi terkait pemberitaan sebelumnya.

 

Pewarta :Anton.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *