Rehab Gedung Puskesmas Tanjung bintang Tidak Sesuai Spesifikasi Diduga Pihak Rekanan Akan Meraub Keuntungan Yang Besar | CAKRAWALA TV
22 Juli 2024

 

 

www.Cakrawalatv.com

Tanjung Bintang, – Rehab gedung Puskesmas kecamatan Tanjung Bintang dengan anggaran dana “APBD (DAK) dengan nilai Miliyaran rupiah tahun 2022 “Diduga tidak sesuai spesifikasi, tahapan REHABILITASI RUANGAN dan akan di bangun dua lantai. Rabu,(20/7/2022).

 

REHABILITASI PUSKESMAS PONED dan dikerja kan oleh pihak rekanan CV. RAZANARAGHDA. Waktu pelaksanaan 120.HARI. Tahun anggaran 2022. Sumber dana DAK. Tanggal kontrak 21 juni 2022. No kontrak 1701/PBJ/Pren-T/Rehb-poned/DAK/Vl/2022. Lokasi Kecamatan TANJUNG BINTANG. Lampung Selatan Dengan Nilai KONTRAK Rp. 1.409.855.860,-

 

Guna peningkatan pelayanan masyarakat Dinas kesehatan Lampung selatan sangat serius dengan di Rehabilitasi puskesmas Tanjung Bintang , dalam peningkatan ruangan menjadi dua lantai, namun sangat di sayangkan saat tim media melakukan sosial kontrol dalam pembangunan di ruang lingkup Dinas kesehatan Lampung selatan diduga pembangunan Puskesmas Tanjung Bintang dua lantai mengunakan bahan bangun yang tidak sesuai spesifikasi dengan penuh dugaan di pihak rekanan akan meraub ke untungan yang besar.

 

“Hasil temuan tim media lapangan, salah satu bahan bangunan yang diduga tidak sesuai Spesifikasi besi yang semesti nya mengunakan besi @16 mm, namun saat di sigmat hanya mengunakan kan besi @15.mm, belum lagi besi lain nya, Pasir cor yang semesti nya mengunakan kan pasir cor khusus namun di temukan pasir bercampur tanah dan lumpur(pasir cadas) Batu split cor ukuran 1/2 pun bercampur abu batu, sehingga kuat dugaan pihak rekanan ingin ambil keuntung yang besar.

 

Semesti nya dengan DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) dengan nilai kontrak yang tidak sedikit dapat mengunakan kan bahan bangunan yang bermutu tinggi.

 

Pekerja atau para tukang yang bekerja pun tidak mengunakan perlengkapan K3 sebagaimana mesti nya guna keselamatan para pekerja bangunan.

 

Salah satu pekerja yang tidak ingin di sebutkan identitasnya, dia mengakui bahwa pasir nya memang bukan pasir cor mas, dan besi nya pun bukan ukurannya,”ujar dia.

 

Terdapat juga di dalam papan proyek diduga lambang kejaksaan negeri lampung selatan.

 

Sampai berita ini di terbit kan pihak rekanan belum dapat di konfirmasi di karna kan saat tim media turun ke lokasi hanya dapat bertemu mandor pekerja atau pengawas dari rekanan dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan pun belum dapat di konfirmasi.(tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *