Membaca Indonesia. Di Senja Berpuisi | CAKRAWALA TV
22 Juli 2024

Sabtu 12 November 2022, pada Cikini Raya 73, diselasar gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan dengan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin, mengadakan acara panggung sastra dengan tema, “Membaca Indonesia di Senja Berpuisi”. Acara yang melibatkan para sastrawan, penyair, seniman teater, serta para seniman yang tergabung dalam gerakan moral Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (#saveTIM), memberikan satu tontonan yang menyedot perhatian diselasar gedung Ali Sadikin, pada sore itu. Acara yang dibuat sebagai arena untuk para pegiat seni khususnya sastra menampilkan karya-karya dalam pertunjukan seperti, membaca puisi, musikalisasi puisi, teaterikal puisi, monolog puisi dengan tafsir dari individu atau grup masing-masing dalam memaknai karya puisi. Para “kreator kata-kata” yang tampil diacara, “Membaca Indonesia di Senja Berpuisi”, diantaranya, Dewi Maharani Soetego yang membawakan karya puisi dengan judul “Ratu kalinyamat”, tampil begitu ekspresif dengan mempelihatkan keanggunannya diatas panggung. Ada pun seorang penyair berambut putih dengan penampilan eksentrik, yaitu, Imam Ma’arif, tampil membawakan tiga karya puisi. Ditambah, penampilan dari Sihar Ramses Simatupang yang membacakan puisi karya beliau sendiri berjudul, “Carilah Indonesia, Nak”, tampak begitu menjiwai dengan letupan rima dan emosi yang meledak-ledak menjadikan dirinya tampil dengan pembawaan khas diatas panggung. Selanjutnya, penampilan dari penyair seksih, yaitu, Nuyang Jaimee bersama, Sari Chikata, Chemonk, Lucky L Moniaga yang tergabung dalam gerakan moral Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki mempresentasikan teaterikal puisi besutan David Karo diselasar gedung Ali Sadikin tentang, revitalisasi yang terjadi diTaman Ismail Marzuki yang bertolak jauh dari marwah berkesenian serta ekosistem yang akan terbangun diCikini 73 itu, digadang-gadang akan menjadi laboratorium, etalase, juga barometer kesenian dengan skala internasional, membuat acara “Membaca Indonesia di Senja Berpuisi” semakin bersemangat untuk dinikmati, dan menjadi daya tarik tersendiri, pada saat itu. Selain itu, sebelumnya pada acara tersebut sudah banyak dari para seniman memberikan penampilannya seperti, Diana Prima Resmana, Hardho Sayoko, Ilhamdi Sulaiman, Oktavianus Masheka, Widodo Arumdono, dan masih banyak lagi penyair yang tampil di “Special Performance Cinta di Ujung Senja”.

 

Meskipun, dalam perjalanannya acara “Membaca Indonesia di Senja Berpuisi” yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan dengan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin tersebut, terlihat lalu-lalang orang-orang yang melintas ditepi panggung namun tidak menjadi gangguan bagi para pelaku seni untuk tetap “khusyuk” memberikan suguhan tontonan yang bernas.

 

Disegmen terakhir acara “Membaca Indonesia di Senja Berpuisi” diisi dengan penampilan musikalisasi puisi oleh Qthink Cakrawala bersama kawan-kawan dari Oi Jakarta Timur, membuat para penonton dan pengisi acara yang hadir tergerak untuk menjadi bagian dari pertunjukannya. Tampil dengan musik dan lagu sebagai “tehnik muncul” kolaborasi Qithink Cakrawala cs berhasil menyita perhatian penonton dan pengisi acara yang ada diselasar gedung Ali Sadikin, dengan membuat semua yang hadir turut serta melukis bersama dikanvas yang jadi properti pertunjukan juga mengajak seluruh penyaksi dan pengisi acara yang bernyanyi bersama dengan lagu yang berulang-ulang.

 

Sore itu, pada acara “Membaca  Indonesia di Senja Berpuisi”, semangat penonton yang antusias dan para seniman yang bersinergi dalam memaknai puisi dengan lantunan rima, dan balutan gaya pembawaan yang khas diatas panggung, cukup memberi kesan yang baik dalam sebuah pertunjukan sastra. Red. Iyus Jayadibumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *