• Sel. Sep 22nd, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Proyek Jalan Trimulyo-Jatibaru Dikerjakan Semalam, Papan Proyek Dipasang Setelah Rampung: Roro Jonggrang Versi APBD

ByDIYAN SAPUTRA

Sep 22, 2026

Lampung Selatan.www.Cakrawalatv.com-Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Trimulyo–Jatibaru (R.114), Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan setelah warga menyebut pekerjaan pengaspalan dilakukan dalam waktu sangat singkat pada malam hari. Persoalan lain muncul karena papan informasi proyek disebut baru dipasang setelah pekerjaan pengaspalan selesai.

 

Kondisi permukaan jalan yang baru dikerjakan juga menjadi perhatian. Dokumentasi di lokasi memperlihatkan permukaan aspal dengan tekstur cukup kasar, sejumlah bagian tampak memiliki rongga atau pori yang terbuka, sementara ketebalan secara visual terlihat tidak sepenuhnya seragam.

 

Namun, kondisi visual tersebut belum dapat menjadi bukti bahwa pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi teknis. Untuk memastikan mutu, diperlukan pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai dokumen kontrak.

 

“Proyek Dikerjakan Malam, Besok Pagi Papan Baru Dipasang”

 

Seorang warga yang melintas di lokasi memberikan kesaksian mengenai waktu pelaksanaan pekerjaan sekaligus pemasangan papan proyek.

 

> “Proyek dikerjakan malem, Besok paginya papan proyek baru dipasang, saya Gak tau yang pasang orang mana, orangnya gondrong,” ujar warga yang saat itu sedang melintas.

 

 

 

Keterangan tersebut merupakan kesaksian warga dan masih memerlukan konfirmasi dari pihak penyedia jasa, pengawas pekerjaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.

 

Data Proyek: Kontrak Rp990,8 Juta

 

Berdasarkan papan informasi yang terlihat di lokasi, proyek tersebut merupakan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan pekerjaan Rekonstruksi Jalan Ruas Trimulyo–Jatibaru (R.114) Kecamatan Tanjung Bintang.

 

Papan proyek mencantumkan:

 

Nomor kontrak: 94/KTR/KONS-BM/DPUPR-LS/APBD/2026

 

Tanggal kontrak: 30 Juli 2026

 

Nilai kontrak: Rp990.838.503

 

Waktu pelaksanaan: 90 hari kalender

 

Sumber dana: APBD Kabupaten Lampung Selatan

 

Penyedia jasa: CV Afadas Berkah Konstruksi

 

 

Dokumen uraian singkat pekerjaan menyebut panjang penanganan sekitar 944 meter dengan lebar 3,5 meter.

 

Dalam daftar pekerjaan juga tercantum Lataston Lapis Aus (AC-WC) sebanyak 296,17 ton, lapis perekat berupa aspal cair/emulsi 495,83 liter, bahan anti pengelupasan 5,24 kilogram, serta pekerjaan perbaikan campuran aspal panas 3,11 meter kubik.

 

Roro Jonggrang dan Pekerjaan Semalam

 

Ungkapan “Roro Jonggrang” kemudian terasa relevan sebagai metafora ketika membicarakan pekerjaan yang disebut warga dilakukan hanya dalam semalam.

 

Dalam legenda Nusantara, Roro Jonggrang memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membangun 1.000 candi dalam satu malam sebelum matahari terbit. Bandung Bondowoso kemudian mengerahkan kekuatan yang dimilikinya untuk memenuhi syarat tersebut.

 

Tentu proyek Jalan Trimulyo–Jatibaru bukan kisah Bandung Bondowoso.

 

Tidak ada seribu candi. Tidak ada pasukan jin. Yang ada adalah proyek konstruksi pemerintah dengan nilai kontrak hampir Rp1 miliar, masa pelaksanaan 90 hari kalender, serta pekerjaan yang memiliki persyaratan teknis.

 

Tetapi pertanyaan publiknya hampir sama pada satu hal: bagaimana pekerjaan dalam jumlah besar dapat diselesaikan dalam waktu yang begitu singkat?

 

Jika kesaksian warga mengenai pengaspalan dalam semalam benar, maka yang perlu dijelaskan bukan semata-mata mengapa pekerjaan dilakukan malam hari.

 

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana proses pengendalian mutu dilaksanakan selama pekerjaan tersebut berlangsung.

 

Pengaspalan Bukan Sekadar Membuat Jalan Hitam

 

Pekerjaan hotmix tidak berhenti pada proses menuangkan material aspal ke badan jalan.

 

Dalam pekerjaan campuran beraspal, terdapat tahapan persiapan permukaan, lapis perekat, produksi campuran, pengangkutan, penghamparan, pengendalian temperatur, pemadatan hingga pemeriksaan hasil pekerjaan.

 

Spesifikasi Umum 2025 Direktorat Jenderal Bina Marga berlaku untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan, termasuk pembangunan serta preservasi jalan seperti rehabilitasi dan rekonstruksi.

 

Dokumen teknis Bina Marga juga menjelaskan bahwa pekerjaan hotmix mencakup penyediaan material, pencampuran, penghamparan, pemadatan dan pengujian. Lapisan harus dibangun sesuai kedalaman, potongan serta elevasi yang ditentukan dalam gambar kerja dan harus dipadatkan serta disetujui sebelum tahapan berikutnya.

 

Artinya, cepat selesai bukan ukuran tunggal keberhasilan pekerjaan.

 

Pori-Pori Terbuka dan Ketebalan Perlu Diuji

 

Permukaan aspal dalam dokumentasi terlihat relatif kasar dan terdapat bagian dengan rongga yang tampak terbuka.

 

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena kualitas lapisan tidak dapat dinilai hanya dari warna hitam atau tampilan permukaannya.

 

Untuk mengetahui apakah pekerjaan memenuhi persyaratan, pemeriksaan dapat mencakup antara lain:

 

pengukuran ketebalan lapisan;

 

pengujian kepadatan;

 

pemeriksaan kadar aspal;

 

pemeriksaan gradasi agregat;

 

pemeriksaan karakteristik campuran;

 

pemeriksaan hasil pemadatan;

 

serta core drill apabila diperlukan sesuai ketentuan kontrak dan metode pengujian.

 

 

Bina Marga sendiri memiliki pedoman dan spesifikasi teknis yang mengatur pekerjaan campuran beraspal serta pengujian terkait mutu perkerasan.

 

Karena itu, dugaan mengenai ketebalan yang tidak merata harus dibuktikan melalui pengukuran, bukan hanya berdasarkan pengamatan mata.

 

Papan Proyek Setelah Pekerjaan, Publik Berhak Bertanya

 

Hal lain yang perlu mendapat penjelasan adalah waktu pemasangan papan informasi proyek.

 

Dalam dokumentasi yang diterima redaksi, papan proyek terlihat telah terpasang di lokasi. Sementara warga mengaku papan tersebut baru dipasang setelah pekerjaan pengaspalan selesai.

 

Papan informasi memiliki fungsi penting sebagai sarana transparansi agar masyarakat mengetahui siapa pelaksana, nilai pekerjaan, sumber anggaran, waktu pelaksanaan dan informasi pokok lainnya.

 

Karena itu, apabila benar papan baru dipasang setelah pekerjaan selesai, perlu dijelaskan oleh pihak terkait mengapa pemasangan dilakukan demikian dan apakah hal tersebut sesuai dengan ketentuan administrasi proyek yang berlaku.

 

Dinas PUPR Jangan Hanya Jawab “Jalan Sudah Jadi”

 

Cakrawala Tv mendorong Dinas PUPR Lampung Selatan memberikan penjelasan secara terbuka dan berbasis data.

 

Setidaknya ada sejumlah pertanyaan yang layak dijawab:

 

1. Kapan pekerjaan pengaspalan mulai dan selesai dikerjakan?

 

 

2. Apakah benar pekerjaan utama dilakukan dalam satu malam?

 

 

3. Siapa pengawas lapangan pada saat penghamparan dan pemadatan?

 

 

4. Apakah tersedia Job Mix Formula (JMF) untuk campuran AC-WC?

 

 

5. Berapa ketebalan rencana lapisan?

 

 

6. Berapa hasil pengujian kepadatan?

 

 

7. Apakah dilakukan core drill?

 

 

8. Bagaimana hasil pengujian kadar aspal dan gradasi?

 

 

9. Apakah volume AC-WC 296,17 ton telah terpasang sesuai dokumen kontrak?

 

 

10. Kapan papan informasi proyek dipasang?

 

 

11. Siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan mutu pekerjaan?

 

 

12. Apakah pekerjaan sudah dinyatakan memenuhi persyaratan oleh pengawas/PPK?

 

 

 

Pertanyaan tersebut penting karena uang yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Lampung Selatan.

 

Jangan Sampai Seperti Roro Jonggrang

 

Proyek pemerintah memang dapat dikerjakan dengan cepat sepanjang metode, sumber daya, mutu, keselamatan kerja dan ketentuan kontraknya terpenuhi.

 

Karena itu, Cakrawala Tv tidak sedang menyimpulkan bahwa pekerjaan tersebut bermasalah hanya berdasarkan pengamatan visual dan kesaksian warga.

 

Justru sebaliknya, dugaan dan pertanyaan publik harus dijawab melalui dokumen kontrak dan pemeriksaan teknis.

 

Jika hasil pengujian menyatakan pekerjaan memenuhi spesifikasi, hasil tersebut patut disampaikan kepada masyarakat.

 

Namun apabila ditemukan ketidaksesuaian volume, ketebalan, kepadatan, mutu material atau aspek lain terhadap kontrak, maka pihak yang bertanggung jawab perlu melakukan tindakan sesuai mekanisme kontrak dan ketentuan yang berlaku.

 

Sebab proyek jalan bukanlah perlombaan membuat aspal menjadi hitam sebelum matahari terbit.

 

Kalau legenda Roro Jonggrang berbicara tentang 1.000 candi yang harus selesai dalam semalam, maka proyek ini berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih nyata: hampir Rp1 miliar uang publik, pekerjaan sepanjang 944 meter, dan kewajiban memastikan setiap rupiah menghasilkan konstruksi yang sesuai spesifikasi.

 

Publik tidak membutuhkan cerita.

 

Publik membutuhkan bukti: berapa volumenya, berapa ketebalannya, bagaimana kepadatannya, bagaimana hasil uji mutunya, dan apakah pekerjaan benar-benar sesuai kontrak.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Cakrawala Tv masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, PPK, pengawas pekerjaan maupun CV Afadas Berkah Konstruksi untuk memberikan penjelasan secara utuh.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *