• Jum. Sep 25th, 2026

CAKRAWALA TV

MENGUNGKAP BERITA DIBALIK FAKTA

Kulit Jeruk Yang Dulu Dibuang, Kini Menjadi Emas Bersih Ditangan Ibu Ibu Gadingrejo

ByDIYAN SAPUTRA

Sep 25, 2026

Pringsewu.www.Cakrawalatv.com- Apa yang dulu dianggap sampah dan hanya layak dibuang atau dibakar, kini berubah menjadi harta yang berguna. Limbah kulit jeruk yang selama ini menumpuk bagai gunung kecil yang tak dihiraukan, kini disulap menjadi sabun cuci piring ramah lingkungan. Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menggelar kegiatan bertajuk Orange to Eco Clean di Pekon Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Kamis (24/9/2026), membawa secercah harapan baru bagi pengelolaan limbah rumah tangga.

 

Kegiatan yang diikuti 20 ibu-ibu warga setempat ini bukan sekadar pemberian ilmu, melainkan menanam benih keterampilan yang dapat dipetik langsung di dapur masing-masing. Para peserta dibagi menjadi empat kelompok, bahu-membahu mempraktikkan cara mengolah kulit jeruk menjadi cairan pembersih yang bersih, wangi, dan ramah lingkungan.

 

Ketua Pelaksana, Deby Primadya, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan sekaligus kepedulian. Kulit jeruk yang mengandung minyak atsiri ibarat permata yang tersembunyi, namun selama ini terbuang sia-sia. Melalui kegiatan ini, limbah tak lagi menjadi beban bumi, melainkan berkah yang bermanfaat.

 

Dosen pembimbing Nurmitasari, M.Pd., menegaskan bahwa ilmu yang dibagikan tak boleh berhenti di sini. “Kegiatan ini bukan sekadar memberi ikan, melainkan mengajarkan cara memancing agar mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kepala Pekon Gading Rejo, Sariman, yang secara resmi membuka kegiatan, menyambut baik langkah tersebut. Ia menekankan: “Berbagi ilmu tak akan berkurang, justru kian tumbuh bila disebarkan.” Harapannya, keterampilan ini akan menular dari rumah ke rumah, bagai embun yang membasahi ladang, membawa manfaat luas bagi lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran keluarga.

 

Sebelum turun ke praktik, peserta diajak menyelami dunia sampah memahami beda organik dan anorganik, serta mengapa kulit jeruk yang membusuk atau dibakar dapat mencemari udara. Mahasiswa menyisipkan permainan dan hadiah kejutan, membuat suasana bagai pesta ilmu yang penuh tawa.

 

Saat tiba giliran berkarya, tangan-tangan ibu-ibu bergerak lincah di bawah bimbingan mahasiswa. Langkah demi langkah, kulit jeruk yang kering terpisah, teraduk, hingga menjelma menjadi cairan sabun yang siap dipakai.

 

Ketua PKK Pekon Gading Rejo, Wiyarti, tak menyembunyikan kekagumannya. “Penyampaiannya sangat memikat, tak membuat mengantuk. Ilmunya sungguh bermanfaat kami bisa langsung mempraktikkannya di rumah,” ucapnya dengan mata berbinar.

 

Kegiatan ini pun ditutup dengan harapan sederhana namun bermakna: semangat yang hari ini menyala di Gading Rejo tak akan padam, melainkan terus dibawa pulang ke rumah masing-masing, menjadi cahaya kecil yang menerangi jalan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *