Gunung Putri, Kabupaten Bogor — Program pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Induk Desa Gunung Putri yang selama ini dikenal sebagai percontohan dan lokasi studi banding, kini menjadi sorotan serius.
Pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang disebut memiliki skema pembayaran Rp200 per kilogram untuk penyaluran ke pihak ketiga, kini dipertanyakan transparansinya. Sejumlah pihak di lingkungan desa mempertanyakan kejelasan pembayaran hasil pengelolaan beberapa bulan terakhir.
Polemik mencuat setelah Ketua RW 01 Desa Gunung Putri, Feri Herdiana, meminta penjelasan terkait pembayaran RDF yang disebut belum jelas. Namun, menurut keterangannya, pertanyaan tersebut tidak mendapat respons yang dianggap memadai.


📌 Bukti Chat Beredar
Situasi semakin memanas setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup internal desa yang memuat penyebutan istilah “wartawan bodrex”.
Dalam bukti chat tersebut, terlihat adanya pernyataan yang diduga merendahkan profesi wartawan. Tangkapan layar itu kini menjadi perhatian karena dinilai menyentuh ranah etika dan profesionalisme.
Istilah tersebut oleh sejumlah kalangan dianggap sebagai bentuk pelecehan profesi jurnalistik. Diketahui, Feri Herdiana juga berprofesi sebagai wartawan media online di wilayah Kabupaten Bogor.
📚 Aspek Regulasi yang Berpotensi Relevan
Dalam konteks dugaan penghinaan profesi melalui media elektronik, beberapa regulasi yang sering dijadikan rujukan antara lain:
UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
KUHP Pasal 310 dan 311 tentang
pencemaran nama baik
UU ITE (UU No. 11 Tahun 2008 jo. UU No. 19 Tahun 2016) Pasal 27 ayat (3)
Namun demikian, seluruh dugaan tersebut tetap memerlukan klarifikasi dan pembuktian sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
❓ Pertanyaan Publik
Apakah sistem pembayaran RDF Rp200/kg telah tercatat dan dilaporkan secara terbuka?
Apakah sudah ada audit atau laporan resmi kepada masyarakat?
Mengapa pertanyaan terkait transparansi justru berujung polemik personal?
Transparansi tata kelola publik merupakan bagian dari kontrol sosial dan akuntabilitas, bukan bentuk serangan pribadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Desa Gunung Putri maupun pengelola Bank Sampah Induk terkait polemik pembayaran RDF dan beredarnya bukti chat penyebutan “wartawan bodrex”.
CakrawalaTV membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait demi keberimbangan dan klarifikasi.
Kepercayaan publik dibangun dari keterbukaan.
Jika sistem berjalan transparan, maka setiap pertanyaan semestinya dapat dijawab dengan data.
