Wawai Waste Foundation bersama Komunitas di Lamsel mengadakan Community Gathering dan Diskusi Pemuda | CAKRAWALA TV
22 Juli 2024

www.Cakrawalatv.com

LAMPUNG SELATAN – Wawai Waste Foundation (WWF) bersama Komunitas di Lampung Selatan (Lamsel) gelar Community Gathering dan Diskusi Pemuda, Minggu (18/12/2022).

Kegiatan yang berlangsung dikantor pusat Yayasan Bina Lingkungan Lestari (Wawai Waste Foundation) dihadiri 11 Komunitas Pemuda di Lamsel. Pertemuan hari ini merupakan rangkaian dari persiapan kegiatan Cleanup In Action #2 yang akan dilaksanakan tanggal 25 Desember 2022 mendatang.

Adapun 11 komintas tersebut, Komunitas Pegiat Mangrove Lampung Selatan, Komunitas Kita Pemuda, Komunitas Otak Kanan, Komunitas Ruang Peradaban, Mapasanda STIE Muhammadiyah Kalianda, FOSAR Lamsel, Ikatan Alumni SMA Kebangsaan, IMM Lamsel, HMI Lamsel, PMII Lamsel dan Himpunan Mahasiswa Lampung Selatan.

Community Gathering ini membahas beberapa poin diantaranya arahan peran Community Partner dalam kegiatan Cleanup In Action #2 mendatang dan Diskusi Pemuda dengan Tema “Pemuda Desa punya peran apa terhadap lingkungan?”.

Selain itu, dilakukan diskusi bersama, dimana para perwakilan komunitas yang hadir menyampaikan keresahannya tentang Isu Persampahan dan tata kelola lingkungan yang sudah menjadi masalah kompleks di sekitar mereka yang sampai saat ini belum teratasi.

Founder dan Executive Direktor Wawai Waste Foundation, Deni Andika Pratama menyampaikan bahwa, Kabupaten Lampung Selatan memiliki potensi yang besar terhadap pergerakan pemudanya, tetapi potensi itu per hari ini kurang kita maksimalkan peranannya.

Tentunya kata dia, belum ada suatu wadah yang mempersatukan kita semua untuk saling berkolaborasi dan bersinergi dalam setiap gerakan, sehingga per hari ini gerakan-gerakan yang kita bangun sulit meluas kebermanfaatannya.

“Maka dari itu kita perlu buatkan wadah forum Komunitas se Lampung Selatan untuk saling menghidupkan, membangun, menguatkan, karena dengan bersatu kita harapkan akan melahirkan kebermanfaatan yang lebih besar,” kata dia.

Dia menjelaskan, hasil dari kegiatan Community Gathering hari ini seluruh komunitas yang hadir sepakat untuk menguatkan pergerakan komunitas pemuda perlu terus berkolaborasi dan bersinergi dengan Membentuk Forum.

“Kami sepakat bentuk forum yakni “Lingkar (Lingkungan Karya) Komunitas Lampung Selatan” atau disingkat LKLS yang sekaligus akan di Deklarasikan bersama pada kegiatan Cleanup In Action #2, Minggu 25 Desember 2022 mendatang,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Komunitas Kita Pemuda (KKP) sekaligus Pemuda Pelopor Provinsi Lampung tahun 2022, Abdurahman Sholeh menyampaikan ada 5 jenis pergerakan Komunitas bisa masuk dalam Lingkar Komunitas Lampung Selatan diantaranya
1. Bidang Agama, Sosial, dan Budaya.
2. Bidang Pangan
3. Bidang Lingkungan Hidup
4. Bidang Inovasi dan Teknologi
5. Bidang Pendidikan

Sementara itu, Zaini selaku Founder Komunitas Pegiat Mangrove Lampung Selatan menutup diskusi dengan mengatakan kedepannya Lingkar Komunitas Lampung Selatan yang akan sama-sama kita bangun ini harapannya bisa menciptakan wajah baru pergerakan komunitas pemuda di Lampung Selatan bersifat Independen dan tidak terafiliasi dengan organisasi politik dan keagamaan.

Untuk diketahui, hasil diskusi yang berlangsung, ada beberapa keresahan komunitas mengenai isu lingkungan di Lampung Selatan :
1. Saat ini fokus atau kegiatan mengatasi permasalah lingkungan baru disekitar pantai, kita harus mulai memperhatikan wilayah lain seperti sungai, contohnya Sungai Way Pisang di Kecamatan Palas.

2. Sampah jadi salah satu penyebab kerusakan Ekosistem Mangrove di Sekitaran Rawa Way Lubuk
3. Kurangnya edukasi lingkungan di masyarakat Lampung Selatan terutama edukasi ke pemuda sebagai penggerak perubahan sehingga masyarakat masih belum bijak mengelola sampahnya dan membuang sampah sembarangan ke kebun, sungai dan laut atau di bakar.

4. Kurangnya fasilitas dan dukungan/perhatian penuh dari pemerintah kabupaten dalam mengatasi masalah persampahan
5. di Instansi Pendidikan seperti Kampus dan Sekolah masih kurang teredukasi mengenai bagaimana pengelolaan sampah dengan bijak sehingga Praktik nya sampai saat ini masih sekedar kumpul angkut buang bakar.

Dari keresahan diatas muncul beberapa solusi dari komunitas diantaranya :
1. Komunitas se Lampung Selatan harus sering agendakan kegiatan bersama.
2. Galakkan pergerakan literasi Lingkungan dan atau kampanye dan sosialisasi Bijak Kelola Lingkungan di Masyarakat Lamsel
3. Penanganan Isu Persampahan ini harus dari Hulu ke Hilir dan berkelanjutan
4. Bisa dimulai dengan mengadakan Desa Binaan
5. Bentuk Forum Komunitas Lampung Selatan. (Rls/Kurdi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *