Lampung Utara.www.Cakrawalatv.com- Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipenuhi berbagai perlombaan, upacara, dan hiburan rakyat, masih terdapat warga yang hidup dalam keterbatasan dan belum menikmati kebutuhan dasar secara layak.
Salah satu potret tersebut berada di Desa Bindu, Kecamatan Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara. Seorang warga lanjut usia yang akrab disapa Mbah Suminem diketahui masih menjalani kehidupan dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Di usia senjanya, Mbah Suminem disebut belum memiliki fasilitas sanitasi berupa jamban yang layak di rumah yang ditempatinya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga sekitar yang berharap adanya kepedulian dari pemerintah, lembaga sosial, para dermawan, maupun masyarakat luas agar Mbah Suminem dapat menjalani masa tuanya dengan lebih layak dan bermartabat.
Momentum peringatan kemerdekaan dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui upaya menghadirkan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak dasar bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lanjut usia.
Selain keterbatasan ekonomi, tidak tersedianya jamban sehat di rumah Mbah Suminem menjadi persoalan yang memerlukan perhatian. Sanitasi yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, terlebih bagi lansia yang memiliki kondisi fisik lebih rentan.
Warga sekitar menyebut Mbah Suminem dikenal sebagai sosok sederhana yang menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran meskipun berada dalam keterbatasan. Mereka berharap kondisi tersebut dapat segera memperoleh penanganan melalui program bantuan pemerintah maupun kepedulian berbagai pihak.
Pemerintah selama ini memiliki berbagai program peningkatan kualitas sanitasi, penyediaan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, masyarakat berharap instansi terkait dapat melakukan pendataan dan verifikasi lapangan agar apabila memenuhi persyaratan, Mbah Suminem dapat memperoleh bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pemerintah, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial, dan para dermawan juga diharapkan dapat turut berpartisipasi membantu meringankan beban yang dihadapi Mbah Suminem. Bantuan berupa pembangunan jamban sehat, bahan bangunan, kebutuhan pokok, maupun bentuk bantuan lainnya dinilai akan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup beliau.
Semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia juga diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa harus menunggu bantuan dalam jumlah besar. Kepedulian terhadap sesama merupakan salah satu wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dan semangat kemerdekaan.
Masyarakat berharap kisah Mbah Suminem menjadi perhatian bersama sehingga kebutuhan dasar berupa sanitasi yang layak dapat segera terpenuhi. Dengan demikian, beliau dapat menjalani masa tua dalam kondisi yang lebih sehat, aman, dan bermartabat.
(Tim)
