Headline

Polres Katingan Gelar Konferensi Pers Pembunuhan Fatimah Nikin

 

CAKRAWALATV.COM (Kasongan) – Polres Katingan – Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Anyah, S.I.K., M.H., memimpin konferensi pers kasus pembunuhan Fatimah Nikin (58) karyawan perusahaan PT. Bumi Huta Lestari (BHL) Desa Mirah Kalanaman, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, yang ditemukan tewas bersimbah darah di areal perkebunan, pada Rabu (23/12/2020) lalu.

Kegiatan konferensi pers ini dilaksanakan, di depan Loby Mapolres Katingan, Kamis (7/01/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolres menjelaskan bahwa Dari hasil penyelidikan serta pengembangan didapati tersangka dengan inisial YK (31) dan MN (45). Tersangka YK, yang merupakan kerabat korban dan tersangka MN suami korban sendiri yang tega menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dalam urusan rumah tangganya.

“Pelaku YK tega membunuh korban lantaran atas permintaan MN dikarenakan sakit hati, Merasa emosi karena perilaku korban. Pembunuhan ini telah direncakan oleh tersangka,” kata Kapolres di hadapan sejumlah awak media.

Kapolres mengungkapkan, saat melakukan aksinya, tersangka berjalan kaki dari rumahnya menuju TKP, kemudian langsung menghantam sebanyak empat kali menggunakan kayu mengenai kepala korban yang saat itu sedang beristirahat.

“Setelah melakukan pembunuhan, pelaku menghilangkan barang bukti berupa kayu dan menyeret korban dengan cara ditimbun dengan pelepah daun Kelapa Sawit. Pelaku kemudian berpura-pura seolah-olah tidak melakukan perbuatan, namun dari hasil lidik akhirnya mengarah kepada pelaku dan langsung diamankan petugas,” jelas Kapolres.

Korban ditemukan oleh karyawan perusahaan, Kamis (24/12/2020) pagi, saat itu memang dilakukan pencarian dikarenakan belum pulang. Saat itu dilakukan penyelidikan dan akhirnya tersangka berhasil diamankan saat melakukan pelariannya di Pasar Minggu, Desa Sejahtera, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanbu, Provinsi Kalsel.

“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan, yang mengarah ke tersangka, dimana dirinya memukul korban sampai meninggal dunia, selain menggasak uang korban sebanyak Rp. 10 juta 40 ribu, bejatnya juga menyetubuhi korban yang sudah tidak berdaya,” Imbuh Kapolres.

Dari hasil pengembangan tersangka YK bahwa, didapati dari otak pembunuhan ini tidak lain suami korban yang telah kabur terlebih dahulu ke Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal berlapis yakni, pasal 340 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) subsider Pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang pembunuhan berencana dan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Juga pasal 365 ayat (3) KUHP tentang pencurian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain serta pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan.

“para tersangka diancam hukuman 20 tahun penjara sampai seumur hidup,” tegas Kapolres. (Tony Spd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *