Al-Habsyi Setya (AIS) Bersholawat Menghadiri Dzikra Maulid Madrassah Al-Arsyadiyah | CAKRAWALA TV
26 Juli 2024

Al-Habsyi Setya (AIS) Bersholawat Menghadiri Dzikra Maulid Madrassah Al-Arsyadiyah

 

Bangkalan, cakrawalatv.com – Al-Habsyi Setya (AIS) Bersholawat menghadiri undangan Dzikra Maulid Nabi Muhammad 13 Rabiul Awal 1444 H Madrassah Al Arsyadiyah Pondok Pesantren Darurrohman jl.KH.Abd Rohman no.69 Morombuh Utara Kec.Kwanyar Kab.Bangkalan Prov.Jawa Timur, Minggu (09/10/2022) sekira pukul 21.00 Wib.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di ikuti masyarakat sekitar dan santri Al -Arsyadiah.

Kegiatan yang menghadirkan Habib Abdullah bin Shodiq Al – Habsyi, Habib Jamal Bin Shodiq Al – Habsyi dan Habib Ali Bin shodiq Al – Habsyi serta Habib Alwi Bin Shodiq Al -Habsyi dari surabaya yang juga masih mendapat antusias ratusan jama’ah yang hadir menunggu kedatangan beliaunya.”Minggu (9/10/2022) malam.

Sholawat terus di gaungkan dalam Dzikra Maulid Nabi Muhammad yang di gelar oleh pimpinan pondok pesantren Darurrohman KH.Imam Rofi’i dalam sambutannya mengajak seluruh santri – Santrinya Kurang lebih 400 Santri. dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW karna Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tentunya tidak sekadar memperingati melainkan mengambil hikmah dari ahlak Rasulullah dengan meneladaninya, ia juga mengingatkan bahwa Nabi adalah uswatun hasanah, keberadaannya di dunia ini adalah untuk memperbaiki akhlak manusia di bumi,” Sebutnya KH. Imam Rofi’i Anwar

Menyebut diantara teladan Rasulullah adalah kasih sayang antar sesama muslim namun bersifat tegas dan keras terhadap orang-orang kafir. tidak menutup kemungkinan bahwa ada terdapat faham yang tidak memperingati maulid. Akan tetapi hal tersebut tidak perlu memunculkan gesekan di antara umat islam “apapun aliran kita, apapun faham kita, apapun mazhab kita, tata cara kita beribadah, yang substansi mari kita substansikan yang furu’iyahnya (perbedaan) mari tidak kita jadikan permasalahan,” Paparnya Habib Ali dalam syiarnya.

Dengan mengajak jama’ah yang hadir pada acara tersebut untuk mengenal Rasulullah, termasuk melalui tausiyah yang disampaikan sebagai rangkaian acara maulid Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana untuk menguraikan Akhlak dan teladan Rasulullah, dalam tausiyahnya menyampaikan sejumlah ahlak Rasulullah, termasuk kecintaan kepada umatnya. Kecintaan Rasulullah diantaranya ditunjukkan dengan meminta kepada Allah SWT agar seluruh umatnya dijauhkan dari api neraka.

Nabi Muhammad juga tidak menginginkan kekayaan sebaliknya justru Nabi ingin hidup miskin. Bahkan Nabi Muhammad juga pernah berdo’a agar Allah menghidupkan dan mematikan serta menggolongkannya diantara orang-orang miskin.

Dipenghujung hayatnya bahkan Nabi masih mengingat umatnya.Tiga pesan terakhir Nabi adalah agar menjaga shalat, menjaga kaum perempuan dan menjaga umat.

Memperbanyak sholawat adalah salah satu cara mencintai Rasulullah.Selain itu menjaga warisan dan sunahnya, yaitu Al-Quran dan hadist adalah cara mencintai lainnya. Dengan sering membaca Al-Quran, menghayati dan mengamalkan sunnahnya itu menunjukkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Memperingati maulid ini menandakan bahwa kita senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT,” ujarnya secara terpisah. Ia juga menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia.(A6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *