Pasaman.www.Cakrawalatv.com-Kelangkaan pupuk di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, telah memicu keresahan di kalangan petani. Para petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi yang berdampak pada penurunan produktivitas pertanian, yang pada gilirannya mengancam kesejahteraan mereka Senin , (27/7/2026)
Menanggapi hal ini, Kepala Cakrawala TV Provinsi Sumatera Barat Amsar Harahap, angkat bicara. Dalam pernyataannya, ia menyoroti adanya potensi ketidak teraturan dalam distribusi pupuk yang dapat memicu praktik korupsi dan penyelewengan pupuk bersubsidi tersebut.
“Kelangkaan pupuk ini tidak bisa dianggap sepele. Kami mencurigai adanya penyalahgunaan wewenang dalam proses distribusi pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi hak petani kecil. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus turun tangan untuk mengusut masalah ini,” tegas Amsar.
Sementara itu, Sudah beberapa kali di informasikan Kepada Pemerintah Kepala Dinas Pertanian tidak ada tanggapan, semestinya harus di tanggapi Dan langsung turun ke lapangan untuk mencek kebenaran masyarakat.
Apalagi di kecamatan Panti Kabupaten Pasaman musim tanam pada saat ini memerlukan Pupuk Urea bersubsidi lagi kata ” Abdul (45).
Kelangkaan pupuk ini ,di picu diduga keluar daerah Pasaman yaitu di Rokan Hilir Riau Dengan harga Rp. 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu) per karung.
Oleh karena itu, saya selaku Kepala Cakrawala tv Provinsi Sumatera Barat Meminta Kepada TNI dan Polri Menangkap Penyalahgunaan Pupuk bersubsidi, tegas” Amsar Harahap diruang kerjanya, Senin (27/7/26).
Insyaallah Besok, saya akan bertemu dengan Gubernur Sumatera Bapak Mahyeldi Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol.Djati Wiyoto Abadhy untuk membicarakan Kelangkaan Pupuk bersubsidi tersebut.
Ia juga mengkritik kurangnya pengawasan dari pihak terkait terhadap sistem distribusi pupuk di tingkat Kabupaten, Kecamatan Serta Wali Nagari,Menurutnya, ketidak transparanan ini membuka peluang terjadinya penyimpangan, sehingga petani yang
seharusnya menerima pupuk bersubsidi justru terpinggirkan.
Sementara itu, diduga Ketua kelompok dengan penampungan pupuk bersubsidi kong kalikong mengambil kepentingan sendiri dan masyarakat Menjerit ( Amsar Harahap)
